Temuan Lapangan, KK Mapan Masuk Katagori RTS Bedah Rumah

Sabtu, 28 Januari 2017 | 16:00 WITA

Temuan Lapangan, KK Mapan Masuk Katagori RTS Bedah Rumah

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Karangasem. Dalam peninjauan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bali ke Desa Bebandem, Karangasem pada Jumat (27/1) dtitemukan fakta mengejutkan.
 
Pasalnya, Tiga KK yang dijadikan sampel kala itu yakni keluarga Ni Made Kebon, I Ketut Pandi, serta I Ketut Taman, yang semuanya merupakan warga Br. Tunggak, Dusun Pande Sari, Ds. Bebandem, Karangasem menunjukan hasil yang beragam. 
 
Temuan dilapangan, ada KK dengan kondisi yang sesuai untuk memperoleh bantuan bedah rumah dan ada pula yang kondisinya sudah layak namun tetap masuk Rumah Tangga Sasaran (RTS). 
 
Seperti misalnya, kondisi rumah Ni Made Kebon yang ditempatinya hanya berupa gubuk berdinding gedeg dan berlantai tanah. Begitu pula dengan tempat tinggal anaknya yang hampir serupa, dapur pun seadanya, serta fasilitas listrik yang masih numpang dirumah tetangga. Sehingga menurut Lihadnyana layak untuk diberikan bantuan dan dipertahankan dalam data. 
 
Namun berbeda dengan kondisi keluarga I Ketut Pandi dan I Ketut Taman, keduanya masuk dalam data RTS namun kondisinya jauh lebih mapan, rumah yang sudah beton permanen, dilengkapi fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK), listrik, dan bangunan yang dimiliki pun lebih dari satu. 
 
Data seperti inilah yang diharapkan oleh Lihadnyana untuk di verifikasi ulang. Bagi RTS yang masuk dalam data dan sesuai dengan kenyataan, Ia berjanji Pemprov akan segera menangani dalam waktu dekat hingga pertengahan tahun 2017.
 
Kepala Desa Bebandem, Gede Partadana yang ikut mendampingi rombongan dalam peninjauan tersebut pun mengakui permasalahan yang terjadi. Menurutnya, kondisi mayarakat memang sebelumnya masuk RTS. Namun, saat ini sudah bisa lebih mapan. Sayang, KK yang sudah lebih mapan tersebut kembali muncul dalam data RTS tahun 2017. Padahal sebelumnya menurut Partadana sudah pernah dilaksanakan verifikasi ulang oleh pihak desa, namun data lama tetap muncul. 
 
Partadana pun berjanji, kedepannya Ia berencana segera melaksanakan verifikasi ulang data tersebut. Tujuannaya, agar bisa memisahkan kk yang sudah tidak layak mendapatkan bantuan atau sudah mendapatkan bantuan. 
 
Sementara itu, salah satu kk yang masuk dalam data RTS I Ketut Pandi yang kondisinya dilihat dilapangan sudah mapan, saat ditemui dirumahnya mengaku legowo jika tidak lagi masuk dalam data RTS dan tidak akan mendapatkan bantuan bedah rumah. 
 
“Kalau tiang tidak masuk dalam RTS lagi tiang terima manten, tergantung pemerintah saja. Kondisi tiang saat ini seperti ini, tiang setuju bila tidak mendapatkan bantuan bedah rumah, untuk memberikan kesempatan kepada warga kurang mampu lainnya di Bali,” ujar Pandi. 
 
Sebelumnya rombongan Dinas PMD juga berkesempatan memberikan pengarahan kepada para Pendamping Desa yang dilaksanakan di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karangasem. Dihadapan para Pendamping Desa, Lihadnyana menyampaikan agar para pendamping ikut membantu verifikasi data angka kemiskinan tersebut. Ia juga mengharapkan, verifikasi tersebut diharapkan lepas dari intimidasi maupun kepentingan politik. [rls/wrt]


Sabtu, 28 Januari 2017 | 16:00 WITA


TAGS: bedahrumah bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: