Presiden Duterte Lakukan Pembersihan di Kepolisian Filipina

Selasa, 31 Januari 2017 | 20:50 WITA

Presiden Duterte Lakukan Pembersihan di Kepolisian Filipina

bbn/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Manila. Presiden Filipina Rodrigo Duterte menangguhkan pembasmian narkoba, karena berniat membersihkan jajaran kepolisian yang digerogoti korupsi.
 
Kantor berita AFP mengabarkan, hal itu diungkap Duterte, Senin (30/1/2017). 
 
"Wahai polisi, kalian adalah badan pemerintah terkorup di Filipina," kata Duterte. 
 
"Korupsi ternyata sudah mendarah daging dan merasuk dalam sistem tubuh kalian," lanjut Duterte.
 
Menurut Pemimpin Filipina itu, hampir 40 persen jajaran kepolisian terlibat kegiatan ilegal. Sejak Duterte menjadi presiden tujuh bulan lalu, lebih dari 2.500 korban tewas di tangan polisi. Mayoritas korban adalah pengedar dan pengguna narkoba, dan beberapa di antaranya tewas karena mempertahankan diri. 
 
Kelompok pembela Hak Asasi Manusia menyebutkan, petugas polisi Filipina menembak korban yang tak berdaya, bahkan menanam barang bukti dan senjata api di mayat para korban. Sedikitnya 4 ribu orang tewas tanpa sebab jelas.
 
Upaya pembersihan di tubuh Polisi dilakukan Presiden Duterte, setelah kepolisian Filipina tercoreng oleh peristiwa pembunuhan warga Korea Selatan pekan lalu. Delapan tersangka, tiga di antaranya polisi, terlibat penculikan dan pembunuhan warga Korsel bermarga Ji. Walaupun pihak korban telah mengirim uang ransum sebesar 5 juta Won (sekitar Rp 1,3 miliar), namun korban tetap tak dibebaskan. Ternyata korban dicekik sampai mati saat diculik beberapa hari sebelumnya.
 
Setelah membersihkan tubuh kepolisian Filipina, Presiden Duterte berjanji hendak meneruskan pembasmian narkoba di akhir masa jabatannya tahun 2020 mendatang. 
 
"Saya akan lanjutkan di akhir pemerintahan saya," kata Duterte yang bertekad melanjutkan operasi anti narkoba selama ia berkuasa.
 
Kepala Kepolisian Filipina Ronald Dela Rosa mengumumkan aksi anti-narkoba di seluruh Filipina akan dibekukan untuk sementara waktu. 
 
"Tidak ada lagi operasi anti narkoba. Kita akan pusatkan perhatian pada pembersihan intern," kata Ronald Dela Rosa.[bbn/idc/psk]


Selasa, 31 Januari 2017 | 20:50 WITA


TAGS: duterte filipina




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: