Inovasi Ternak Babi Dengan Sistem Murphy Brown

Jumat, 10 Februari 2017 | 12:11 WITA

Inovasi Ternak Babi Dengan Sistem Murphy Brown

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Beternak Babi di daerah perkotaan menjadi sebuah tantangan bagi para peternak. Apalagi di Kota Denpasar dengan kawasan pemukiman yg semakin padat harus memiliki sebuah inovasi dalam beternak Babi. Seperti yang dilakukan kelompok penggemukan babi dikawasan penatih yang mengadopsi sistem Murphy Brown untuk penggemukan babi. 
 
Dari penataan kandang, pemberian pakan, kesehatan babi hingga pengolahan limbah dilakukan secara baik. Kegiatan peternak yang dipimpin dr. Deni Surasandi, Sp.OG ini, Kamis (9/2) ditinjau langsung Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra. 
 
Kehadiran Walikota Rai Mantra juga didampingi Camat Denpasar Selatan A.A Gede Risnawan dan Lurah Sesetan Ketut Sri Karyawati yang berkaitan banyaknya masyarakat yang berprofesi dalam penggemukan babi dikawasan Kelurahan Sesetan. Sehingga dari kunjungan ini Rai Mantra mengharapkan dapat melakukan pembelajaran bagi para peternak. 
 
"Dengan pola kandang, pemberian makan dan sistem pengolahan limbah secara baik ini dapat dijadikan obyek pembelajaran bagi peternak," ujar Walikota Rai Mantra didampingi Kadis Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra.
 
Menurut Rai Mantra kondisi kandang dengan ukuran yang telah ditentukan dan sistem limbah secara baik tidak menimbulkan bau dan dampak bagi lingkungan sekitar. Dari sistem beternak seperti ini sebagai solusi dalam beternak dan penggemukan babi. Kedepan Rai Mantra memerintahkan Kadis Pertanian untuk melakukan sinergi dalam pengembangan teknologi bio gas yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lingkungannya.
 
Sementara dr. Deni Surasandi, Sp.OG mengatakan pihaknya melakukan kerja sama dengan peternak dikawasan penatih dengan bibit diperoleh dikawasan setempat. Sistem penggemukan babi dengan mengadopsi sistem Murphy Brown yang diperoleh dari YouTube. Tentu dengan tantangan yang terus dihadapi seperti saat pembuatan kandang dengan alas kandang babi terbuat dari Payberglas diperolah dari Jakarta. 
 
Saat ini pihaknya memiliki 120 kandang dengan jumlah babi penggemukan sebanyak 60 ekor dengan jenis Lendris, Duroc, dan Saddleback. Ukuran kandang satu blok yakni tinggi 1 meter lebar 50 cm panjangnya 198 cm dengan melibatkan tiga pekerja dari pemberian makan dua kali sehari serta secara rutin setiap dua bulan sekali memberikanan obat cacing. 
 
"Kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Walikota Rai Mantra yang telah siap membantu untuk pengolahan teknologi limbah," ujarnya. [rls/pur/wrt]


Jumat, 10 Februari 2017 | 12:11 WITA


TAGS: Denpasar Ternak Babi Sistem Murphy Brown



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1606