Antisipasi Meningitis Streptococcus Suis

Dinkes Pemprov Bali Minta Masyarakat Hati-Hati Konsumsi Daging Babi

Jumat, 10 Maret 2017 | 20:15 WITA

Dinkes Pemprov Bali Minta Masyarakat Hati-Hati Konsumsi Daging Babi

bbn/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengambil sejumlah langkah terkait kejadian suspek meningitis streptococcus suis (MSS) atau meningitis babi yang dialami sejumlah warga di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Guna mencegah penularan yang lebih luas, Dinas Kesehatan Pemprov Bali menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi daging babi. 
 
Himbauan tersebut disampaikan Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya dalam siaran pers yang disampaikan melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra,SH.MH, Jumat (10/3).
 
Lebih lanjut Dewa Mahendra menerangkan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah melakukan sejumlah langkah investigasi terkait suspek MSS di wilayah Kabupaten Badung. Dari hasil investigasi, hingga saat ini ditemukan 13 kasus, dimana 7 kasus sudah diambil sampel darah dan dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUP Sanglah. Hasil sementara pemeriksaan sampel yang dikirim ke RSUP Sanglah, dua kultur darah pasien telah dinyatakan positif MSS.
 
Pada bagian lain, Kadiskes Ketut Suarjaya menerangkan bahwa MSS merupakan meningitis bakteri akut zoonosis yang penularannya dari babi ke manusia. Rute penularannya melalui makanan (produk babi yang mentah misalnya darah segar, usus, jeroan dan daging yang terinfeksi). 
 
Selain itu, luka lecet  saat mengolah daging babi yang terinfeksi juga berpotensi menularkan penyakit ini. Gelaja klinis MSS antara lain panas/riwayat panas, perubahan kesadaran, kaku kuduk, sakit kepala dan sering menimbulkan tuli saraf derajat sedang, berat dan bilateral.
 
Untuk mencegah penularannya, masyarakat dihimbau membeli daging babi di tempat yang resmi sehingga dapat dipastikan babi yang dipotong dalam keadaan sehat. Selain itu, saat mengolah daging babi pastikan tangan tidak luka atau tutup luka dengan baik bila mengolah daging babi. Selain itu, masyarakat juga diminta proaktif dan peka terhadap lingkungan sekitar. 
 
“Bila di sekitar lingkungan ada peternak yang memiliki babi sakit, mohon diinfokan jangan dijual ke pengepul daging babi. Pastikan juga masakan berbahan daging babi yang kita makan sudah benar-benar matang,” imbuhnya. 
 
Kadiskes juga menginformasikan bahwa masa inkubasi MSS adalah beberapa jam hingga 14 hari setelah makan produk babi terinfeksi yang mentah atau setengah matang seperti olahan lawar merah atau komoh.[bbn/rls/psk]


Jumat, 10 Maret 2017 | 20:15 WITA


TAGS: daging babi bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: