Peternak Babi Bali Mulai Langka

Senin, 20 Maret 2017 | 15:00 WITA

Peternak Babi Bali Mulai Langka

Babi bali [ist]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Tabanan. Masyarakat Tabanan mulai meninggalkan budi daya babi lokal bali.  Hal ini dibuktikan semakin menyusutnya jumlah babi lokal di Tabanan.

Berdasarkan data di bidang peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan populasi babi bali di tahun 2016 sebanyak 2.912 ekor. Jumlah ini menurun dibandingkan dengan tahun 2015 yang berjumlah 4.161 ekor ternak babi bali.  


Kadis Pertanian Tabanan I Nyoman Budana mengatakan populasi babi lokal bali paling banyak terdapat di kecamatan Pupuan, Selemadeg Barat dan Selemadeg.

“Saat ini populasi babi bali sudah agak langka,” jelasnya.  

Berdasarkan data yang ada, populasi babi landrace dan persilanganya paling banyak di Tabanan, begitu juga dengan peternak Babi Saddle Back dan peranakannya.

“Kebanyakan peternak memilih beternak babi jenis Landrace dan Saddle Back karena dari segi ekonomi lebih menjanjikan dibandingkan babi Bali yang harganya cukup murah,” ujarnya Minggu, (19/3).
 
Padahal menurutnya, babi Bali lebih baik dijadikan Babi Guling dibandingkan jenis Babi lainnya. Disamping itu ketahanannya terhadap penyakit juga lebih tangguh dibandingkan dengan jenis Babi lain.

Ia merinci, di kecamatan Pupuan populasi babi bali untuk tahun 2016 sebanyak 2.912 ekor, kecamatan selemadeg sebanyak 461 ekor, Kecamatan Selemadeg Barat 361 ekor, Kecamatan Penebel sebanyak 100 ekor, Kecamatan Baturiti sebanyak 17 ekor dan Kecamatan Kerambitan 1 ekor.

“Kecamatan Pupuan yang paling banyak populasi babi bali karena berdekatan dengan Buleleng yang banyak memasok bibit babi bali,” jelasnya .

Sedangkan di kecamatan lainnya seperti Tabanan, Marga, Kediri peternak lebih memilih membudidayakan babi landrace dan babi saddle back. [nod/wrt]


Senin, 20 Maret 2017 | 15:00 WITA


TAGS: babi babi bali peternakan tabanan bali berita bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: