Keluyuran Saat Nyepi, Lima Pendatang Diamankan Pecalang

Kamis, 30 Maret 2017 | 07:00 WITA

Keluyuran Saat Nyepi, Lima Pendatang Diamankan Pecalang

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Badung. Larangan tidak boleh keluar rumah pada saat Hari Raya Nyepi, tidak diindahkan lima warga pendatang ini. Mereka adalah Yueren (19), Fathul (16), Eka Tristiani (19) dan Anton Suparta (39) dan kekasihnya. Kelimanya diamankan pecalang dan polisi karena keluyuran pada saat nyepi berlangsung.
 
Sumber dilapangan menyebutkan, Yueren asal Nusa Tenggara Timur diamankan pecalang Desa Adat Tegal, Darmasaba, karena nekat mengendarai sepeda motor Jupiter Z DK 5428 IC, saat Nyepi, pada Selasa (28/3) pagi. 
 
Kata Kapolsek Abiansemal Kompol I Nyoman Weca, setelah diamankan, Yueren mengaku tinggal di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan.
 
“Saat Pengerupukan, dia (Yueren) katanya menginap di sepupunya, Stef yang tinggal di wilayah Kapal, Mengwi,” ujar Kapolsek, Rabu (29/3) kemarin. 
 
Pada malam Pangerupukan Yueren menonton pawai ogoh-ogoh di lingkungan Kapal, Mengwi. Namun dia tidak tahu bahwa besoknya, 28 Maret itu, masuk Hari Raya Nyepi.
 
Paginya, sekitar pukul 06.30 Wita pada saat Nyepi, Ia tiba-tiba keluar mengendarai motor. 
 
“Katanya membeli pulsa. Dia tidak tahu kalau Nyepi,”ujar Kompol Weca. 
 
Melihat situasi jalanan sepi, Yueren kemudian menuju arah Darmasaba dan setibanya di wilayah Banjar Tegal, Darmasaba, beberapa pecalang menyetopnya kemudian dibawa ke Polsek Abinasemal.
 
Di hari yang sama, sekitar pukul 11.10, pecalang Desa Dauh Yeh Cani, Abiansemal, juga mengamankan seorang pemuda, bernama Fathul ke Polsek Abinsemal. Dari keterangan Fathul, Ia dikeluarkan dari tempat kerja dan kosnya di wilayah Penarungan. Pecalang dan polisi yang menyelidiki hal ini mendapatkan keterangan dari tetangga kosnya, bahwa Fathul tidak memiliki kartu identitas dan tidak baca.
 
“Karena tidak punya identitas dia disuruh pulang ke Jawa dan sudah dijelaskan saat itu adalah Nyepi sehingga tidak boleh keluar. Namun Fathul tetap keluar berjalan kaki dan setibanya di depan SMA Pandawa langsung diamankan pecalang,” jelas Kapolsek sembari menambahkan, Fathul lolos dari pemeriksaan identitas di Pelabuhan Gilimanuk karena sudah membayar Rp 30 ribu.
 
Bagian lain, seorang wanita asal Yogyakarta, Eka Tristiani (20) juga diamankan pecalang Desa Adat Kerobokan. Usai menonton pawai ogoh-ogoh di perempatan Kerobokan, Ia memutuskan untuk menginap di rumah temannya di  Banjar Anyar Kelod Desa Kerobokan Kuta Utara Badung.
 
Rencananya Ia akan kembali ke kosnya di Jalan Gunung Salak, Denpasar, subuh sebelum Nyepi. Karena terlambat bangun, Eka tetap berusaha untuk kembali ke kosnya sekitar pukul 08.00 Wita, dengan mengendarai Yamaha DK 7141 OF. Apes, saat melintasi Jalan Raya Bumbak, ia diamankan pecalang setempat dan dikeler ke Polsek Kuta Utara.
 
Ditempat terpisah, tepatnya di Jalan Mahendradatta, sebelah utara RS Balimed, pecalang mengamankan seorang pengendara sepeda motor, Anton Suparta (39). Pria beralamat di Peguyangan, Denpasar Utara ini membonceng kekasihnya mengendarai Supra X hitam merah DK 7392 II.
 
“Dia mengendarai motor dengan kecepatan tinggi sambil menggeber-geber gas motor. “Dia dalam kondisi mabuk berat dan diduga mau mencari penginapan. Saat dihentikan marah-marah kepada pecalang sehingga diamankan kemudian dibawa ke Polresta Denpasar. Sedangkan ceweknya sudah dipulangkan,” ujar Kasubang Humas Polresta Denpasar AKP Sugriwo, kemarin. [spy/wrt]


Kamis, 30 Maret 2017 | 07:00 WITA


TAGS: Nyepi Keluar Rumah Pendatang




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1215