Bali Jadi Tempat Transit Narkotika Dunia

Jumat, 21 April 2017 | 10:12 WITA

Bali Jadi Tempat Transit Narkotika Dunia

bbcom

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Denpasar. Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Transnasional dan Kejahatan Luar Biasa, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Brigjen Pol. Drs. Chairul Anwar SH MH, menghadiri rapat koordinasi evaluasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang berlangsung di Kantor BNN Provinsi Bali, Kamis (20/4) kemarin. 
 
Narasumber rapat koordinasi tersebut yakni Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa, perwakilan Wakil Gubernur Bali, Kepala BIN Provinsi Bali Brigjen Pol I Wayan Sunarta, Kemenkumham dalam hal ini Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kepala Bea Cukai, Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Instansi terkait lainnya. 
 
Dalam sambutannya, Brigjen Chairul memaparkan garis besar permasalahan narkoba yang kian memprihatinkan. Di mana  terdapat 4 gambaran besar yakni masih rendahnya kesadaran masyarakat, belum adanya alat deteksi narkoba di wilayah pabean, baik udara dan pelabuhan. 
 
Selain itu, semakin canggihnya pola penyeludupan narkoba dari luar negeri terutama penggunaan teknologi komunikasi dan informasi. Terakhir, longgarnya pengawasan di berbagai pelabuhan terutama pelabuhan kecil ilegal. 
 
“Yang menjadi perhatian publik sekarang ini adalah pembangunan lembaga pemasyarakatan menjadi prioritas. Di mana Lapas diberbagai daerah di Indonesia banyak yang sudah over capacity, serta pembentukan BNNK di 6 Kabupaten yang belum mempunyai BNNK di Bali,” terangnya. 
 
Sementara itu, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa memaparkan tentang jalur masuknya narkotika ke Pulau Dewata. Di mana beberapa titik poin yaitu jalur udara, darat maupun laut melalui pelabuhan-pelabuhan ilegal. 
 
"Bahkan informasi yang didapatkan narkotika dari China yang dikirimkan ke Australia menjadikan Bali tempat Transit,” ungkap Brigjen Suastawa. 
 
Dijelaskannya, dari data kasus di Bulan April 2017 BNNP Bali dan jajaran telah berhasil menangkap 19 orang dengan total 18 kasus. Barang bukti yang disita yakni sabu-sabu, ganja kering, dan tembakau gorilla. 
 
Bahkan, tahun 2016 lalu, BNNP Bali membongkar pabrik sabu di wilayah Kedonganan Jimbaran dan menangkap pelakunya warga Jerman. 
 
“Ini menunjukkan bahwa Bali ditarget sebagai wilayah yang tinggi demand reductionnya. Pada Bulan Desember 2016 BNNP Bali menangkap dua orang tersangka dengan barang bukti 25 kg ganja dan penangkapan ibu rumah tangga asal Batam yang menyimpan sabu sebanyak 500 gram,” paparnya. 
 
Beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh BNNP Bali melalui media pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, baik videotron, media cetak dan radio, pengukuhan relawan anti narkoba, maupun MoU dengan berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta di Provinsi Bali.
 
“Kami berharap dengan terbentuknya komunitas anti narkoba, penguatan jaringan anti narkoba, pengimplementasian pembangunan berwawasan anti narkoba serta setiap instansi dalam pengangaran keuangan di setiap instansi dimunculkan pengadaan alat rapid test urine,” tegas jenderal bintang satu asal Mengwi Badung ini. [spy/wrt]


Jumat, 21 April 2017 | 10:12 WITA


TAGS: narkotika Bali BNNP berita bali




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1409