Waspada Efek Negatif Dunia Maya, Pemprov Bali Gelar Cyber Awareness Workshop

Jumat, 26 Mei 2017 | 12:00 WITA

Waspada Efek Negatif Dunia Maya, Pemprov Bali Gelar Cyber Awareness Workshop

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam arahannya pada acara Cyber Awareness Workshop dengan tema Membangun Kewaspadaan Terhadap Ancaman Efek Negatif Dunia Cyber meminta masyarakat melakukan kewaspadaan terutama bagi ang memahami secara mendalam manfaatnya. 
 
Pastika mengaitkan itu dengan berbagai berita hoax yang disebarkan oleh kelompok tertentu untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih isu sara juga banyak ditemui di media sosial, sehingga kewaspadaan masyarakat diharapkan terus ditingkatkan agar tidak langsung menerima informasi yang belum jelas kebenarannya.
 
"Kita menghadapi musuh yang tidak terlihat, namanya juga dunia maya. Meski demikian bukan berarti tidak berbahaya. Saya minta awareness, kewaspadaan, kepedulian terhadap hal-hal yang bersifat IT (Informasi Teknologi) ini. Terutama pimpinan, agar paham situasi ini (Cyber Crime-red) agar tidak menjadi korban,” ujar Pastika di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar Kamis (25/5). 
 
Pastika menambahkan hal ini sudah terbukti dengan kejadian beberapa minggu terakhir terkait adanya Virus Ransomware WannaCry. Virus ini menyerang berbagai fasilitas yang terhubung internet diberbagai belahan dunia. Bahkan di Indonesia sendiri, RS Kanker Dharmais, Jakarta menjadi korban virus ini. 
 
Pastika berharap seluruh pejabat struktural Pemerintah Provinsi Bali tetap berusaha mempelajari dan memahami terkait dengan hal-hal IT ini. Kemudian memfasilitasi dan meneruskan kepada seluruh staf agar juga mengetahui dan waspada akan potensi ancaman yang muncul dan mengganggu.
 
Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Provinsi Bali Nyoman Sujaya dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan Cyber Awareness Workshop dilaksanakan sebagai wujud menyikapi situasi yang berkembang dewasa ini. Menurutnya, gerakan yang bernuansa sara dengan "antitesa" gerakan kebangsaan, belakangan ini begitu masif terjadi di tanah air dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui media sosial. Sehingga Pemerintah Provinsi Bali, sebagai bagian Integral dari sistem pemerintahan Republik Indonesia perlu suatu gerakan untuk meningkatkan kesadaran baik sebagai individu maupun sebagai aparatur sipil negara (ASN) untuk menyikapi situasi yang berkembang saat ini. 
 
"Kegiatan ini dilaksanakan untuk membangun kesadaran individu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai dampak pemanfaatan kemajuan teknologi informasi. Tak hanya itu, kegiatan ini untuk memperoleh pemahaman bersama dalam hal cyber world beserta turunannya, serta memformulasikan langkah-langkah konkriy atas tindakan sebagai individu maupun penyelenggara negara," ujarnya.
 
Adapun narasumber pada Cyber Awareness Workshop ini adalah Putu Gede Budayasa, Ni Putu Suci Meinarni dan IB Ari Indra Iswara dari Sekolah Tinggi Ilmu Komputer dan Infirmatika (STIKI) Indonesia, serta Andi Prasetyo dari Polda Bali. Acara tersebut diikuti pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemprov Bali maupun pejabat eselon III dilingkungan Pemprov Bali. [rls/prov/wrt]


Jumat, 26 Mei 2017 | 12:00 WITA


TAGS: Cyber Awareness Workshop



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: