Pustaka Bentara "Puisi, Dokter, dan Kehidupan" Digelar Sabtu Ini

Jumat, 16 Juni 2017 | 11:00 WITA

Pustaka Bentara "Puisi, Dokter, dan Kehidupan" Digelar Sabtu Ini

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Gianyar. Dua sastrawan yang juga berprofesi sebagai dokter akan tampil bersama merayakan puisi dalam acara Pustaka Bentara “Puisi, Dokter, dan Kehidupan” di Bentara Budaya Bali (BBB). Mereka adalah Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd dan Dr. Sahadewa SpOG (K). 
 
Keduanya baru-baru ini merilis buku puisi terkini, yakni "Seberkas Puisi Cinta", yang merupakan kumpulan puisi kedua karya Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd. Dan antologi puisi bilingual "Penulis Mantra (Tha Mantra Writer)", yang merangkum puisi-puisi karya Dr. Sahadewa SpOG (K). 
 
Agenda yang berlangsung Sabtu (17/06) pukul 19.00 WITA di Jl. Prof. Ida Bagus Mantra No.88A, Ketewel, Gianyar, Bali ini akan menghadirkan pembahas Narudin Pituin, pengamat dan kritikus sastra asal Bandung serta DR. Gede Artawan, dosen Undiksha yang juga dikenal sebagai penyair serta kritikus sastra.
 
Masing-masing narasumber akan menelisik capaian estetik berikut kedalaman perenungan yang terkandung di dalam karya sekaligus mencoba mengungkapkan proses kreatif mereka yang berlatar profesi sebagai dokter. Bertindak sebagai moderator dr. Oka Negara (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana).
 
Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, merupakan dokter yang multitalenta. Ia telah menulis dan mempublikasikan 23 buku dan ratusan makalah ilmiah terkait bidang yang ditekuninya, yaitu Andrologi dan Seksologi serta Anti-Aging Medicine. Di antara kesibukan rutinnya, ia juga aktif menulis puisi. Sebagian puisinya telah diterbitkan dalam buku berjudul “Seberkas Puisi Untuk Negeri” juga diterbitkan dalam berbagai antologi puisi bersama penulis lain. 
 
Sementara dr. Sahadewa SpOG (K) telah menulis puisi sejak SMP dan memulai publikasi puisi di majalah dinding kemudian berlanjut di koran Bali Post Minggu. Pada tahun 1980-an, ia aktif berkompetisi di ruang apresiasi puisi Bali Post yang diasuh Umbu Landu Paranggi. Tahun 2015 Sahadewa menerbitkan kumpulan puisi tunggal “69 Puisi di Rumah Dedari” setelah membidani kelahiran komunitas puisi Kampung Puisi Bali, sekarang JKP. 
 
Puisi-puisinya juga terhimpun dalam beberapa kumpulan puisi bersama Indonesia dan Asean serta komunitas penyair, diantaranya Nitramaya Penyair Nusantara, Tifa Nusantara, Lumbung Penyair Indonesia, Memo Penyair, Penyair negeri kertas, Bebas Melata Asean dan dusun Flobamora di Kupang. Karya-karyanya belakangan ini dimuat di berbagai media dan kumpulan puisi bersama. Tahun 2016 buku puisinya diterbitkan HW project dalam edisi hard cover, edisi buku biasa, album CD lagu puisi, dan video klip.
 
Selain timbang pandang, program Pustaka Bentara ini dimaknai pula dengan pembacaan puisi, musikalisasi, serta pertunjukan Komunitas Api Undiksha Singaraja, Abhi n’ Freinds, melibatkan seniman dan kreator: Putri Suastini, April Artison, Fileski, Lanny Koroh, Ishack Sonlay, Shintya Setiawan dan Chumani JKP. 
 
Dunia sastra sendiri dipenuhi oleh penulis-penulis dan pengarang-pengarang mumpuni yang memiliki latar sosial dan pekerjaan yang beraneka, sebut saja Anton Chekov lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Moskwa, Jean-Paul Sartre - dokter, filsuf, bahkan kritikus; penyair Taufik Ismail lulusan dokter hewan FKHP-UI Bogor, novelis Václav Havel politikus yang sempat jadi presiden Cekoslavia. Umumnya banyak yang bekerja sebagai jurnalis semisal Ernest Hemingway, Gunawan Mohamad, dan Pramudya Ananta Toer, serta novelis asal Perancis Émile Zola. [rls/wrt]


Jumat, 16 Juni 2017 | 11:00 WITA


TAGS: Pustaka Bentara Bentara Budaya Bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: