Penelusuran Aparat Desa, Spanduk FPI Habieb Rizieq Dipasang Belasan Pemuda

Sabtu, 01 Juli 2017 | 08:16 WITA

Penelusuran Aparat Desa, Spanduk FPI Habieb Rizieq Dipasang Belasan Pemuda

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Buleleng. Aparat Desa di Tegallingah akhirnya mengungkap keterlibatan belasan pemuda setempat yang memasang spanduk Front Pembela Islam (FPI) dengan gambar Habieb Rizieq di depan Masjid Nurul Huda di Dusun Munduk Kunci Desa Tegallingah Kecamatan Sukasada. 
 
Hal itu terungkap, Jumat (30/6) dalam pertemuan yang dilakukan di Kantor Kepala Desa Tegallingah Kecamatan Sukasada.
 
Sebanyak sebelas pemuda melakukan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut di depan sejumlah aparat Desa Tegallingah serta tokoh masyarakat dan juga dihadiri Kapolsek Sukasada, Kompol Ketut Darmita, Camat Sukasada, Made Dwi Adnyana, dan perwakilan aliansi Masyarakat Peduli Buleleng, Gusti Nyoman Widnyana. 
 
Dalam pertemuan itu, Imam Akbar mengakui spanduk tersebut merupakan miliknya, yang dibawa dari daerah Jawa, usai mengikuti pendidikan di Pesantren sekitar tiga tahun lalu. Sebelum terpasang pada pagar Masjid, itu sempat dipasang pada mobil yang dibawa berkeliling desa saat malam takbiran.
 
"Spanduk itu awalnya hanya untuk dipajang di rumah. Saat takbiran, kami secara spontan memasang spanduk itu di mobil dibawa berkeliling, kami sangat mencintai keturunan nabi. Kami hanya nge-fans. Kami hormat. Tidak ada keinginan mendirikan FPI, Kami sungguh-sungguh minta maaf atas kejadian ini," ujar Imam Akbar.
 
Abdul Malik Aziz menambahkan, pemasangan yang dilakukan itu sebagai bentuk kekaguman terhadap sosok Rizieq Syihab yang dipercaya sebagai keturunan nabi dan tidak ada gerakan ormas terkenal itu. 
 
"Kami tidak mengetahui bahwa pemasangan spanduk itu ada aturan. Kami memang orang awam, kami memang belajar, tetapi pengalaman belum ada. Maka kami mewakili dari seluruhnya meminta maaf, terutama Camat, Muspida, Kapolsek, Kepala Desa dan ormas nyama Bali," ungkap Aziz.
 
Usai pertemuan itu, Kepala Desa Tegallingah Ketut Mudarna mengatakan meski pemasangan spanduk itu sudah mendapatkan kejelasan, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan terhadap masyarakatnya sehingga suasana kondusif tetap bisa terjaga.
 
“Astungkara masalahnya sudah clear, saya juga senang belasan pemuda tersebut sepakat untuk tidak mengulangi perbuatan dengan membuat surat pernyataan. Kami tetap menolak radikalisme. Kami akan tetap pantau setiap waktu, sehingga desa kami tetap aman” tegas Mudarna.
 
Dalam pertemuan itu juga, sebelas pemuda dari Dusun Munduk Kunci Desa Tegallingah meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan tersebut, termasuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.
 
Sementara, usai pertemuan itu, Kepala Desa Tegallingah Ketut Mudarna juga melakukan pertemuan lanjutan dikediamannya dengan Kapolres Buleleng, AKBP Made Suka Wijaya dan Ketua Komisi II DPRD Buleleng Mangku Budiasa. Pertemuan menyikapi persoalan yang sempat menimbulkan keresahan di masyarakat.
 
Kapolres Buleleng AKBP Made Sukawijaya dalam pertemuan itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada terhadap aksi radikalisme. 
 
“Ini harus disikapi dengan jernih. Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah desa setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama yang sudah bergerak cepat untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan di internal, sehingga tidak melebar dan menimbulkan polemik di masyarakat,” ungkap Sukawijaya.
 
Sementara, terkait dengan spanduk yang menjadikan kehebohan dan sekaligus keresahan masyarakat itu telah diturunkan dan selanjutnya dibakar oleh sebelas pemuda tersebut agar nantinya tidak berkembang menjadi permasalahan yang baru. [mds/wrt]


Sabtu, 01 Juli 2017 | 08:16 WITA


TAGS: FPI habib Spanduk




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1206