Silaturahmi Tolak Radikalisme di Istana Taman Jepun

Sabtu, 22 Juli 2017 | 19:05 WITA

Silaturahmi Tolak Radikalisme di Istana Taman Jepun

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Denpasar. Puluhan warga dari berbagai latar belakang, etnis, dan agama, Jumat malam (21/7) mengikuti acara silaturahmi Halal Bi halal, di Istana Taman Jepun, Denpasar. Acara bertujuan untuk membangun toleransi antar umat beragama dan menolak paham radikalisme, yang belakangan marak muncul di Indonesia.  
 
Menurut pelaksana kegiatan, I Dewa Nyoman Budiasa, yang juga Ketua DPD Nasdem Denpasar, acara silaturahmi ini digelar Yayasan Tedung Bakti Baruna, Taman Jepun, dan Pergeraan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Denpasar.
 
Acara dihadiri oleh warga muslim di Denpasar, organisasi ANSOR dan NU, KMHDI, serta Perkantas atau Persekutuan Kristen Antar Universitas. Acara juga dihadiri anggota DPRD Kota Denpasar dari Partai NasDem A.A.Ngurah Gede Widiada, yang juga  Panglingsir Puri Agung Peguyangan Denpasar.
 
"Semangat yang kita ambil dari kegiatan ini, bahwa dengan keberagaman lintas batas agama, suku, etnis di Denpasar, kita bersepakat bahwa perbedaan adalah sebuah anugerah yang akhirnya bisa menciptakan rasa kasih sayang sesama manusia, apapun rasnya, agamanya,"ujar pria yang dikenal dengan Pak Dewa Taman Jepun ini.
 
Kegiatan ini, kata Dewa, juga dalam rangka menyambut aksi gerakan nasional anti radikalisme yang marak di Indonesia belakangan. 
 
"Ini bisa menjadi contoh di daerah lain. Perbedaan itu sesuai amanat Bhinneka Tunggal Ika. Dengan perbedaan itu, Indonesia bisa merdeka. Kalau kita bisa memaknainya, ini akan menjadi anugerah yang luar biasa,"ujar mantan pelaut ini.
 
Panglingsir (tokoh) Puri Agung Peguyangan, A.A.Ngurah Gede Widiada, mengatakan, toleransi di Indonesia kini semakin terdegradasi. 
 
"Kita semua sibuk dengn urusan masing-masing, baik personal, partai, maupun kepentingan lainnya. Dengan adanya kegiatan ini, mari kita kembali membangun kehidupan berbangsa, bahwa kita semua bersaudara."ujarnya. 
 
Widiada mengatakan, warga Denpasar harus berbangga, karena bisa menjaga suasana kehidupan masyarakatnya yang beragam dengan toleransi tinggi.
 
"Tantangan kita kedepan adalah bagaimana menjaga kerukunan atau toleransi antar umat beragama ini, diantaranya dengan acara dialog atau silaturahmi seperti ini. Hal ini perlu sering kita selenggarakan untuk membangun keutuhan bangsa kedepannya. Mari kita jaga kerukunan antar umat beragama di Denpasar dan Bali," ujarnya.[bbn/psk] 


Sabtu, 22 Juli 2017 | 19:05 WITA


TAGS: nasdem denpasar




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1410