Prostitusi di Bali Utara [5-Habis], Booking Anak SMP, Ibu Rumah Tangga, Hingga Oknum PNS

Minggu, 30 Juli 2017 | 07:59 WITA

Prostitusi di Bali Utara [5-Habis], Booking Anak SMP, Ibu Rumah Tangga, Hingga Oknum PNS

beritabali.com/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Buleleng. Transaksi 'esek-esek' via online atau dunia maya, memerlukan waktu yang cukup lama agar berhasil. Tidak mudah atau bisa langsung berkencan. Sebab memerlukan sebuah proses. 
 
Bisnis 'esek esek' di dunia maya ini terbilang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saj. Biasanya para penyedia jasa ini memanfaatkan sejumlah media sosial untuk melakukan pemesanan atau booking. Transaksi berlanjut hingga bertemu di sebuah tempat yang telah disepakati.
 
Bisnis esek-esek di dunia maya melibatkan para pekerja seks komersil (PSK), ibu rumah tangga hingga anak baru gede (ABG) termasuk pelajar yang duduk di SMP dan SMA. Namun ada kalanya dalam melakukan transaksi melibatkan pihak ketiga sebagai perantara atau germonya.
 
“Ini sebenarnya rahasia sih, tapi kebanyakan mereka terselubung, tinggal nyebut saja semuanya ada kok di Singaraja ini, ada ibu rumah tangga, ada (oknum) Pegawai Negeri Sipil (PNS), ada ABG, yang masih sekolah juga ada, kalau mereka ini tarifnya ya di atas 500, kalau mau yang dibawah itu ada juga tapi kebanyakan mereka sudah seperti itu, seperti cewek café, termasuk dagang patokan,” ungkap GS, sebagai salah satu perantara bisnis esek-esek online di Kota Singaraja.
 
Menguak keterlibatan para ibu rumah tangga, apalagi yang berstatus sebagai PNS, memang tidak mudah. Penelusuran yang dilakukan bersama GS menemukan sejumlah ibu rumah tangga yang melakukan bisnis sampingan tersebut. Biasanya mereka sangat berhati-hati saat melakukan transaksi yang hanya dilakukan secara online. 
 
“Kirim dulu fotonya, nanti saya jawab jadi apa nggak, untuk bayarannya gampang itu, nanti saja urusannya, yang penting sekarang kirim foto dulu,” tulis AF melalui pesan di medsos.
 
GS sebagai seorang germo juga memiliki jaringan yang luas bersama germo yang lain, bahkan mereka terkadang tukaran ‘anak buah’ untuk memberikan pelayanan kepada konsumennya. Tentunya ini akan lebih banyak mendapat keuntungan secara material. 
 
“Memang ada kalanya kita tukaran, tentu ada tarif yang dibicarakan, biasanya akan lebih mahal lagi,” ujarnya, kepada tim investigasi Klik Singaraja (Beritabali Network).
 
Berbeda dengan GS, NSW seorang janda muda tanpa anak, memberikan kebebasan kepada anak buahnya, asalkan ketika melakukan transaksi dan dibooking atau dibawa kepenginapan harus menyetorkan 100 hingga 300 ribu rupiah. 
 
“Ada yang dari Bali satu, dua dari Jawa, mereka yang nentukan mau berapa, asalkan nanti setelah diajak sudah nyetor ke saya, itu sudah kesepakatan mereka,” ujarnya.
 
NSW sendiri juga melakoni hidupnya dalam prostitusi secara langsung, bahkan dalam sehari masih mampu melayani dua hingga tiga pelangannya. 
 
“Gini-gini saya masih laku lho, kalau sehari rata-rata sampai tiga kali saya dibooking,” ungkapnya.
 
Bukan saja masalah materi yang menjadi penyebab praktek esek-esek yang dilakoni beberapa wanita di Buleleng, namun juga kepuasan seks juga menjadi faktor utamanya. Bahkan penelusuran yang dilakukan menguak indikasi salah satu wanita yang berstatus PNS melakoni karena faktor kenikmatan itu. Sebut saja SW, namun ketika menerima order SW mengaku sangat memilih konsumennya, sebab bukan materi yang menjadi tujuan utamanya, namun kepuasan yang ingin dicari.
 
“Rahasia dong, saya sangat berhati-hati untuk ini, tidak sembarangan dan saya tidak mencari materi, saya hanya mencari kepuasan dan kenikmatan permainan yang dilakukan di atas ranjang tidak lebih dari itu, kalau dikasih uang yang syukuri saja,” ujarnya secara terbuka.
 
Bisnis esek-esek yang dilakukan juga ada yang tidak melalui perantara atau germo, biasanya para Wanita Bookingan itu memanfaatkan beberapa jasa media sosial, seperti facebook, tweeter maupun instagram. Mereka sering memasang beberapa photo-photo yang menantang, tarif yang diberikanpun antara 300 hingga 500 ribu rupiah, tentunya tergantung dari hasil transaksi yang dilakukan.[bbn/ksc/psk]


Minggu, 30 Juli 2017 | 07:59 WITA


TAGS: prostitusi buleleng




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1410