Belum Terdaftar, Oknum SMSI Jangan Catut Nama Dewan Pers

Jumat, 11 Agustus 2017 | 20:50 WITA

Belum Terdaftar, Oknum SMSI Jangan Catut Nama Dewan Pers

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Denpasar. Anggota Dewan Pers Bidang Hukum Jimmy Silalahi menegaskan, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) belum terdaftar di Dewan Pers. Oleh karena itu, oknum di SMSI tidak boleh membawa bawa nama Dewan Pers untuk kepentingan diri dan kelompoknya, dengan tujuan politis maupun ekonomi.
 
Demikian dikatakan Jimmy Silalahi saat diminta konfirmasinya soal keberadaan SMSI di tengah  tengah acara Focus group Discution tentang kemerdekaan pers  di Haris Hotel Denpasar, Jumat (11/8). 
 
"Jika ada oknum SMSI yang membawa-bawa nama Dewan Pers atau mengatasnamakan Dewan Pers untuk tujuan politis dan ekonomi, jelas itu merugikan pihak Dewan Pers. Oknum tersebut bisa dikategorikan menyebar berita bohong dan upaya menipu instansi pemerintah," katanya.
 
Dalam kasus seperti ini, Jimmy berharap pihak yang merasa dirugikan bisa melaporkan oknum  tersebut ke Dewan Pers. Ini penting dilakukan dalam proses edukasi pers ke depan.
 
Dikatakannya, sampai saat ini laporan yang masuk ke Dewan Pers ada seribuan. Dan hampir setiap hari ada laporan yang diadukan ke Dewan Pers. 
 
"Laporan tersebut lebih didominasi atas kesalahan pembuatan berita dan pelanggaran kode etik jurnalistik,"jelasnya.
 
Kedepan, lanjut Jimmy Silalahi, setiap organisasi perusahaan pers dan pengusaha pers harus mengikuti ketentuan Dewan Pers. 
 
Ibarat membangun rumah, pondasinya harus kuat, ada temboknya dan dibuatkan atapnya. Begitu juga dalam membuat perusahaan pers, maka perusahaan tersebut harus memiliki badan hukum. Sehingga jika ada permasalah, Dewan Pers bisa membantunya dari sisi hukum.
 
"Bagaimana Dewan Pers bisa membantunya secara  hukum, sementara perusahaan pers tersebut tidak berbadan hukum," kata Jimmy Silalahi.
 
Ke depan, tantangan Dewan Pers akan semakin berat. Terlebih sekarang telah terjadi perubahan pandangan masyarakat dari media cetak ke media digital. Untuk hal ini, Dewan Pers sudah  mengantisipasi perkembangan media digital online sebagai media yang banyak diakses oleh  masyarakat. Dewan Pers, katanya telah mengapresiasi perkembangan media online atau cyber di  Indonesia. 
 
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, I  Nyoman Sutiawan mengatakan, para pengusaha media online di Bali perlu berhati hati dan cermat menyikapi setiap pernyataan yang tidak ada dasar hukumnya. [bbn/rls/psk]


Jumat, 11 Agustus 2017 | 20:50 WITA


TAGS: smsi dewan pers bali




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1307