BNNP Bali Target Rehabilitasi 1115 Orang, Sementara Baru 575 Orang

Jumat, 18 Agustus 2017 | 09:00 WITA

BNNP Bali Target Rehabilitasi 1115 Orang, Sementara Baru 575 Orang

Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa saat mengikuti kegiatan bimbingan teknis soal Rehabilitasi di Gianyar. [bbcom]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Gianyar. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa SH menegaskan target Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali tahun 2017 ini sejumlah 1115 orang. 
 
Namun baru 575 orang yang menjalani rehabilitasi dan tentunya masih jauh dari target. Itu dikatakan Brigjen Suastawa saat membuka kegiatan bimbingan teknis ke Lembaga Rehabilitasi Sosialisasi Standarisasi Rehabilitasi, di Gianyar Rabu (16/8) siang. 
 
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar I Wayan Sudana, M. Kes, didampingi Kabid Rehabilitasi BNNP Bali AKBP I Nyoman Artana dan Kepala BNN Kabupaten Gianyar AKBP I Made Pastika. 
Sebanyak 20 undangan dari pimpinan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang merupakan patner BNNP Bali selama pelaksanaan Rehabilitasi, hadir dalam pertemuan. 
 
Jenderal bintang satu dipundak itu mengatakan, dari 800 New Psychoactive Substance yang beredar di dunia saat ini, 67 yang masuk di Indonesia dan 43 yang diatur oleh Permenkes no 2 tahun 2017. Sementara, target rehabilitasi BNNP Bali pada tahun 2017 ini adalah 1115 orang, sedangkan baru 575 orang yang menjalani rehabilitasi. 
 
Melihat kondisi seperti ini sangat diperlukan adanya koordinasi dan keatifkan dari institusi penerima wajib lapor di Bali. 
 
"Dari data BNNP Bali miliki, saat ini baru 60 yang melapor diri untuk direhabilitasi dan melalui Compulsary 475 orang. Jadi, tentu masih jauh dari target yang diberikan untuk rehabilitasi," ungkapnya.
 
Jenderal asal Mengwi Badung itu mengimbau perlu adanya program dan anggaran untuk melaksanakan giat rehabilitasi yang selama ini sudah berjalan. 
Menurutnya, ada beberapa hambatan dalam pelaksanaan rehabilitasi. 
 
“Dari sisi klien yang menganggap bahwa itu haknya, dia tidak merasa kecanduan. Sedangkan stereotip di masyarakat yang buruk serta kurang perdulinya masyarakat terhadap kondisi ini,” urainya. 
 
Sementara dari sisi lembaga rehabilitasi yaitu belum maksimalnya pelaksanaan rehabilitasi oleh lembaga rehabilitasi, ditambah masih terbatasnya lembaga rawat inap belum paham tentang birokrasi dan administrasi, serta stereotipe ditumpangi oleh urusan pribadi.
 
Untuk itulah kata Brigjen Suastawa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk peningkatan kemampuan agar proses monitoring & evaluasi dalam hal Pelayanan Rehabilitasi Rawat Jalan Medis dapat berjalan lebih baik lagi. Selama ini katanya koordinasi BNNP Bali dengan lembaga rehabilitasi sudah cukup baik, namun perlu ditingkatkan. 
 
Sementara Dirut RSUP Sanglah I Wayan Sudana sangat mengapresiasi BNNP Bali yang selama ini sudah melakukan koordinasi dalam pelaksanaan rehabilitasi. 
 
"Hal ini adalah tugas semua institusi pemerintah untuk menggerakkan masyarakat, mulai dari lingkungan masyarakat terkecil, IPWL instansi pemerintah siap untuk mendukung BNN sebab ini adalah tugas kita bersama," katanya. [spy/wrt]


Jumat, 18 Agustus 2017 | 09:00 WITA


TAGS: BNNP Bali Narkoba



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1597