Dialog Kebhinnekaan Pameran Kartun NKRI, Bahas Peran Anak Muda

Rabu, 23 Agustus 2017 | 10:35 WITA

Dialog Kebhinnekaan Pameran Kartun NKRI, Bahas Peran Anak Muda

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Pameran Nasional Kartunis NKRI mengadakan  Dialog Kebhinnekaan dengan menghadirkan narasumber muda penuh talenta yaitu I Dewa Nyoman Budiasa (DNB), Windu Segara, dan De Gadjah yang membahas peran anak muda dalam mempersatukan bangsa.

DNB merupakan seorang politisi dan sedang menakhodai partai Nasdem kota Denpasar. Ia saat ini juga menjabat Wakil Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia dan pemilik dari beberapa usaha.

Windu Segara merupakan pemuda yang beralih dari seorang dokter menjadi entrepreneur muda yang terkenal dengan coffee Mangsinya.

Ada pula, Muliawan Arya “ De Gadjah” yang merupakan politisi muda dan juga pendiri dan ketua harian salah satu ormas.

Ketiga pemuda Bali ini menyampaikan paparannya mengenai kebhinnekaan pada dialog sore. Dialog diawali dengan pertanyaan akan maraknya fenomena perayaan kebangsaan yang penuh dengan selogan  NKRI harga mati yang  seakan menyiratkan kondisi negara yang seakan akan dalam keadaan genting.

De Gadjah mengiyakan fenomena tersebut dan mengapreasiasinya. Sementara, DNB yang juga ketua DPD partai Nasdem berharap kegiatan kebangsaan semacam ini tidak menjadi efuoria sesaat.

"Bangsa ini semenjak euforia era reformasi 1998, telah banyak melupakan  hal-hal mendasar  sehingga banyak anak anak kurang memahami makna kemerdekaan," katanya, Selasa (22/8/2017).

Kata dia, saat ini masuknya paham radikalisme begitu cepat. Ia menegaskan masyarakat untuk berhati-hati dengan efuoria sesaat.

"Jangan pernah lupa sejarah dan selalu waspada mengantisipasi kepentingan asing yang mengincar dan mencari keuntungan dari pecahnya bangsa ini," sebutnya.

Windu Segara , pemilik coffee mangsi, juga menyampaikan bahwa isu perbedaan yang dihembuskan demikian kencangnya belakangan ini tak lepas dari hasil design besar, dan banyak yang mencari keuntungan dari masalah sara ini demi keuntungan golongan tertentu.

Di sesi berikutnya, DNB mengatakan hukum harus tegas dan masyarakat seharusnya mendukung setiap program pemerintah yang berniat mejaga keutuhan bangsa ini, dan pemahaman akan keberagaman dan kebangsaan harus ditanamkan sejak dini.

"Seperti upacara bendera, harus kembali diadakan, pembacaan Pancasila, lagu undonesia raya dikumandangkan bila perlu setiap hari dan pelajaran sejarah bangsa harus masuk kurikulum sehingga anak-anak dari usia dini paham tentang NKRI dan pemahaman arti Ketuhanan yang maha esa," sebutnya.

DNB kemudian mengingatkan bahwa segala pergerakan yg terjadi di Indonesia mulai 1908, 1928 dan puncaknya 17 agustus 1945, serta reformasi 1998, semua berbau pemuda.

Ia mengutip ungkapan Ir Soekarno pada tahun 1953 yang mengatakan “Pemuda yg merdeka adalah pemuda yang tidak menengadah”, menurutnya hanya pemuda yang merdekalah yang bisa melakukan perubahan dan memimpin bangsa ini ke arah yang lebih baik.

DNB kembali mengingatkan akan pentingnya pemahaman arti Ketuhanan yang maha esa, karena menurutnya inti ketuhanan yang maha esa adalah memanusiakan manusia yang dengan pemahaman seperti itulah baru kemanusian yang adil dan beradab bisa terwujud.

"Dengan memahami hal tersebut diiharapkan masalah agama tidak bisa dipolitisir," katanya. 


Rabu, 23 Agustus 2017 | 10:35 WITA


TAGS: Dialog Kebhinnekaan NKRI



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: