Belajar Bikin Kincir Dari Internet, Warga Macang Kini Melimpah Air

Jumat, 08 September 2017 | 18:45 WITA

Belajar Bikin Kincir Dari Internet, Warga Macang Kini Melimpah Air

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Karangasem. Lantaran mengandalkan informasi browsing dari internet, warga Desa Macang kini tidak kekurangan pasokan air sepanjang hari meski di musim kemarau sekalipun.
 
Hal ini berkat ide kreatif dari dua warga setempat Made Putu Sudiana dan I Wayan Sugiri yang berhasil menciptakan kincir air sebagai penggerak alat pompa air untuk memasok air ke seluruh Desa Macang.
 
“Gagasan awal membuat kincir dari kami berdua, karena saat itu pompa masih mengunakan mesin sehingga untuk biaya oprasionalnya sangat tinggi. Sempat gagal namun kami terus mencoba hingga menjadi seperti saat ini,” ujar I Wayan Sugiri penggagas yang juga sebagai ketua pengelola RRC Toya Macang, Jumat (8/9).
 
Dituturkan oleh Giri, awalnya pada tahun 2007 yang juga dibantu oleh donor, untuk pengerak pompanya menggunakan mesin, namun setelah berjalan ternyata biaya perawatan dan oprasionalnya sangat besar belum lagi mesin sering bermasalah. Sehingga pada tahun 2013 muncul gagasan membuat kincir sebagai penggerak pompa untuk meminimalkan biaya oprasional yang dikeluarkan.
 
Gagasan tersebut bukan tanpa rintangan, disamping perlu kesabaran dan biaya yang tidak sedikit juga terkendala dengan terbatasnya informasi tentang tata cara pembuatan dan sistem kerja kincir. Hingga akhirnya Giri dan Sudiana mencoba untuk mencari informasi lewat internet tentang tata cara pembuatan dan pengoprasian kincir sebagai penggerak pompa.
 
Berbekal informasi dari internet, dirinya lantas mencoba untuk membuat kincir. Percobaan pertama, kincir dibuat dari bahan kayu bekas meja sekolah yang sudah tak terpakai. Namun setelah dicoba, percobaan pertama gagal kincir malah hancur hanyut terbawa arus. Selanjutnya percobaan demi percobaan dilakukan namun tetap belum membuahkan hasil.
 
Setelah tujuh kali percobaan gagal akhirnya pada tahun 2016, berkat kegigihan dan kerja keras pantang menyerah baru berhasil menyempurnakan kincir dan layak beroperasi. Saat itu kincir sudah terbuat dari bahan besi yang dirakit sendiri.
 
Namun keberhasilan tersebut juga menelan biaya yang tidak sedikit.
 
Total untuk kincir hingga berfungsi menjalankan pompa menghabiskan biaya sebesar Rp60 juta itupun belum sempurna, gudang untuk melindungi bagian kincir masih belum bisa dibuatkan.
 
Sementara sumber air untuk penggerak kincir tersebut berasal dari sungai Buhu atau Tukad Buhu melalui saluran irigasi Subak Naga Sungsang dan Subak Macang. 
 
Keberhasilan pengoprasian kincir tersebut juga tidak lepas dari peran Dinas PU yang saat itu telah memberikan izin untuk mempergunakan bendungan tersebut. Saat ini ada sekitar 98% dari total warga kurang lebih sekitar 400 KK yang berada di Dusun Macang dan Dusun Triwangsa bisa menikmati air bersih selama 24 jam dalam 7 hari alias full time. 
 
Selain itu, dalam pelayanannya bagi masyarakat, bagi warga yang kurang mampu juga diberikan subsidi hingga membayar hanya Rp13 ribu saja setiap bulannya.
 
Diakui Giri bahwa selama ini dalam proses pembuatan kincir sama sekali tidak ada campur tangan dari pemerintah. Dirinya sangat berharap, jika nanti ada dukungan dari pemerintah agar bisa dibantu dalam pembuatan bangunan pelindung kincir, selain itu juga agar bisa dibantu perbaikan pipa yang sudah lama dan hampir lapuk lantaran pipa besi beserta kelistrikan karena selama ini listrik masih ngecuk.
 
Ini merupakan ide kreatif yang patut dijadikan inspirasi bagi Desa lainnya, meskipun dalam keterbatasan informasi jika ada niat dan ketekunan maka suatu saat pasti akan membauhkan hasil. [igs/wrt]


Jumat, 08 September 2017 | 18:45 WITA


TAGS: kincir karangasem




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1410