Buleleng Terancam Kekeringan, Pasokan Air Bersih Berkurang

Jumat, 08 September 2017 | 21:15 WITA

Buleleng Terancam Kekeringan, Pasokan Air Bersih Berkurang

Direktur Utama PDAM Buleleng, I Made Lestariana. [bbcom]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Buleleng. Buleleng terancam mengalami kekeringan, lantaran pasokan air bersih mengalami penurunan 17,81% dari debit air 709 liter/detik.
 
Direktur Utama PDAM Buleleng, I Made Lestariana, Jumat (7/9) mengakui, debit air PDAM Buleleng dari waktu ke waktu cenderung mengalami penurunan. Kondisi ini terjadi karena peningkatan kebutuhan air oleh masyarakat Buleleng, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di Buleleng, terlebih lagi di musim kemarau sangat memberikan dampak karena kurangnya debit air dari sejumlah sumber-sumber air.
 
"Kondisi debit air kita pas-pasan sekarang, minus sedikit. Memang di beberapa daerah ada penurunan jam pelayanan. Ini siklus rutin tiap tahun dan kebetulan musim kemarau tahun ini cukup terik. Tapi, secara umum pelayanan kami masih terkendali," ujar Lestariana.
 
Persoalan kesulitan air bersih, ungkap Lestariana, pernah terjadi di Desa Ringdikit yang menjadi daerah layanan PDAM Buleleng. Ia pun sudah mengupayakan, dengan menjajakan mobil tangki membantu warga kesulitan air bersih. Namun untuk wilayah bukan jangkauan layanan PDAM, sambung dia, itu kewenangan BPBD Buleleng yang bersinergi dengan PDAM Buleleng untuk droping air bersih.
 
"Kami mengupayakan pelayanan seperti menjajakan mobil tangki. Kemarin, mobil tanki di Desa Ringdikit. Itu karena ada gangguan, ada sumbatan di jaringan transmisi. Kalau kekeringan di desa-desa yang bukan pelayanan PDAM tentu menjadi tanggungjawab BPBD. PDAM hanua mensuport kegiatan BPBD. Sampai saat ini belum terima surat yang sifatnya terjadwal untuk permintaan bantuan," ungkap Lestariana.
 
Kecenderungan dari waktu ke waktu debit air menurun, tentu menjadi persoalan baru. Sebab, setiap tahun dipastikan akan ada peningkatan kebutuhan air bersih oleh masyarakat. Dibalik itu, ternyata banyak terdapat sumber-sumber mata air yang bisa dimanfaatkan PDAM Buleleng sebagai sumber air, namun sumber air itu masih dikelola oleh PAM Desa dan menjadi asset desa.
 
Dirut PDAM Buleleng, Lestariana mengatakan, upaya antisipasi telah dilakukan dengan berbagai langkah-langkah secara khusus didalam memberikan optimalisasi pelayanan air bersih kepada pelanggan secara khusus, maupun kepada masyarakat yang membutuhkan air. 
 
“Kami selalu siap untuk distribusi air bersih ini, termasuk nantinya ke desa-desa yang mengalami kekeringan,” tegasnya.
 
Sementara, di dalam mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat saat debit air mengalami penurunan, PDAM Buleleng juga melakukan pengaturan distribusi air bersih melalui jaringan pipa induk dan membaginya ke beberapa wilayah. [mds/wrt]


Jumat, 08 September 2017 | 21:15 WITA


TAGS: kekeringan buleleng




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1410