Kakak Derita Epilepsi dan Ibu Sudah Tua, Pemuda Ini Banting Tulang Hidupi Keluarga

Sabtu, 09 September 2017 | 07:19 WITA

Kakak Derita Epilepsi dan Ibu Sudah Tua, Pemuda Ini Banting Tulang Hidupi Keluarga

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Karangasem. Wayan Buda Yasa (30), seorang pemuda asal Dusun Karangsari Kelod, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem harus rela menghabiskan hampir seluruh masa mudanya untuk menjadi tulang punggung bagi ibu dan kakaknya yang menderita penyakit Epilepsi.
 
"Saya tidak berani meninggalkan adik untuk bekerja keluar karena penyakitnya sewaktu-waktu bisa saja kambuh," ujar Buda, Jumat (8/9).
 
Hal tersebut diungkapkan Buda saat dikunjungi oleh Kapolsek Selat, AKP Sudartawan bersama beberapa dermawan dari perusahaan obat herbal asal Denpasar yang juga dalam kesempatan tersebut turut memberikan bantuan berupa sembako dan sejumlah uang untuk kebutuhan sehari-hari.
 
Sementara ibu Buda, Ni Wayan Sukiasa (70) mengaku tidak bisa berbuat banyak, diusia setua itu dirinya tidak kuat untuk bekerja lagi terlebih setelah suaminya meninggal dunia sehingga secara otomatis Buda selaku anak laki semata wayang harus menjadi tulang punggung keluarga.
 
Bude merupakan anak ke empat dari 5 bersaudara dimana, salah satu saudaranya ada yang meninggal dunia, dua diantaranya sudah menikah dan satu kakak keiga yaitu Ni Komang Noni (35) masih bujang menderita penyakit epilepsi sejak kelas tiga sekolah dasar. 
 
Diakui Sukiase bahwa selama ini Noni tidak pernah mendapat pengobatan secara khusus karena tidak punya biaya selain itu penyakit putrinya tersebut juga sewaktu-waktu kambuh sehingga jika dibiarkan sendiri dirumah sangat berbahaya. Oleh sebab itu Buda lebih memilih bekerja di rumah sebagai pengerajin ate sambil menjaga kakaknya tersebut. 
 
Penghasilan Buda sendiri dari hasil pengrajin ate dalam 10 hari baru bisa selesai satu buah kerajinan dengan harga jual Rp120 ribu itupun termasuk modal bahan baku. Dengan nominal segitu, Bude bersama ibu dan kakaknya mencukupi untuk makan dalam sepuluh hari. [igs/wrt]
 
 
 


Sabtu, 09 September 2017 | 07:19 WITA


TAGS: kemiskinan




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1410