Ini Tanda Alam Saat Gunung Agung Meletus Tahun 1963

Rabu, 20 September 2017 | 10:13 WITA

Ini Tanda Alam Saat Gunung Agung Meletus Tahun 1963

bbn/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Sebelum Gunung Agung meletus di tahun 1963, alam sudah memberi sinyal dengan munculnya berbagai fenomena alam langka. Seperti apa?
 
Cerita jelang meletusnya Gunung Agung tahun 1963 ini antara lain disampaikan Made Suganda, seorang warga Denpasar. Saat itu, Made yang baru duduk di kelas 4 SD tinggal di Kota Bangli.
 
Menjelang meletusnya Gunung Agung Tahun 1963, muncul fenomena alam yang tak biasa di sekitar rumahnya.
 
"Di sawah yang ada di belakang rumah, muncul fenomena langka. Bermacam 'penghuni' di sawah seperti lindung (belut sawah), kakul (keong sawah), dan berbagai binatang sawah lainnya, semua muncul ke permukaan sawah, ada yang muncul berkumpul di selokan air sawah," kenang Made.
 
Kondisi ini tentu mengagetkan warga. Melihat banyaknya binatang sawah yang naik ke permukaan, Made dan juga beberapa warga lain di sekitar rumahnya kemudian beramai-ramai mengambil belut dan keong sawah yang naik ke permukaan sawah.
 
"Seperti panen saja, warga datang membawa ember untuk mengambil belut dan keong sawah yang naik ke permukaan sawah, jumlahnya sangat banyak, saya sampai bolak balik ambil ember ke rumah," ujar Made.
 
Belut, keong sawah, dan aneka binatang sawah lainnya, kata Made, seperti tidak tahan berada di dalam tanah sawah, hampir semua naik ke permukaan sawah.
 
"Sepertinya aneka binatang sawah yang naik ke permukaan itu kepanasan saat berada di dalam tanah dan beramai ramai muncul ke permukaan," ujarnya.
 
Tak lama setelah munculnya fenomena langka itu, lanjut Made, Gunung Agung kemudian meletus dengan dasyat. Saking dasyatnya, letusan terlihat dari Kota Bangli tempat Made dan keluarganya bermukim.
 
"Saat meletus, tampak di atas puncak Gunung Agung seperti ada jamur raksasa yang membubung tinggi. Saat malam hari, aliran lava dari puncak gunung juga terlihat jelas," ujarnya.
 
Terkait fenomena alam ini, masyarakat yang tinggal di dekat Gunung Agung juga memiliki semacam kepercayaan. Apabila binatang penghuni hutan di Gunung Agung seperti monyet, rusa, dan burung sudah turun gunung hingga area pemukiman warga, itu baru dipercaya sebagai tanda bahwa Gunung Agung sudah akan benar-benar meletus. Saat itulah warga tanpa diperintahkan akan langsung mengungsi. [bbn/psk]


Rabu, 20 September 2017 | 10:13 WITA


TAGS: gunung agung



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1569