Bantu Pengungsi dengan Semangat Menyama Braya dan Gotong Royong

Minggu, 24 September 2017 | 08:32 WITA

Bantu Pengungsi dengan Semangat Menyama Braya dan Gotong Royong

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Buleleng. Sejak dinaikkannya status Gunung Agung dari status siaga (level 3 ) ke status awas (level 4), maka secara otomatis terjadi perluasan daerah zona berbahaya. Hal ini berimbas pada  jumlah  pengungsi yang terus bergerak naik. 
 
Untuk itu penanganan para pengungsi harus mendapat perhatian sehingga diperlukan koordinasi serta kerjasama semua pihak. Rasa gotong royong serta semangat menyama braya harus  terus dipupuk untuk membantu para pengungsi yang berasal dari berbagai Desa di wilayah Kabupaten Karangasem tersebut. 
 
Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat mendatangi lokasi pengungsian di Desa Tembok dan Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng , Sabtu (23/9). 
 
"Kondisi seperti ini akan berlangsung cukup lama. Karakter Gunung berapi sulit untuk ditebak. Untuk itu saya minta, tingkatkan gotong royong. Bantu saudara saudara kita yang ada disini, kita kerahkan segala upaya untuk membantu mereka, " imbuhnya. 
 
Lebih jauh Gubernur Pastika yang didampingi sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali juga menggugah empati  masyarakat yang berada di sekitar tempat pengungsian agar turut membantu keperluan para para pengungsi baik itu peralatan memasak, peralatan makan, bahan makanan serta kebutuhan lainnya. Tokoh masyarakat setempat, anggota seka teruna teruni serta ibu PKK juga diharapkan turut terlibat dalam membantu para pengungsi . 
 
" Jangan sampai mereka yang di pengungsian kelaparan atau tidak bisa memasak karena tidak ada kompor. Jangan hanya handalkan bantuan dari pemerintah saja. Warga sekitar saya harap ikut bergerak membantu, kerahkan segala potensi yang ada untuk membantu " tuturnya.  
 
Orang nomor satu di Bali ini juga menginstruksikan agar para perangkat desa terus melakukan pendataan terhadap warganya serta mendata keperluan yang mendesak dari para pengungsi serta mengkoordinasikan dengan pihak terkait . Ia juga meminta agar segera dibentuk atau ditunjuk siapa yang bertanggung jawab terhadap sumbangan yang datang serta pendistribusian sumbangan tersebut.
 
"Saya yakin akan banyak sumbangan dari seluruh Bali akan mengalir,  untuk itu saya minta sumbangan yang masuk dicatat. Pendistribusiannya harus terpantau, jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi ini," pintanya. 
 
Pada bagian lain , orang nomor satu di Bali ini juga meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta mengindahkan petunjuk petunjuk yang diberikan oleh petugas. 
 
"Masyarakat saya minta tenang dan jangan terpancing dengan isu isu yang belum tentu kebenarannya. Pemantauan terhadap kondisi gunung agung terus diintensifkan, " imbuhnya. 
 
Seusai meninjau pengungsi di Kabupaten Buleleng, Gubernur Pastika beserta rombongan mengadakan pertemuan dengan Bupati Karangasem bertempat di Pelabuhan Tanah Ampo , Karangasem. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karangasem melaporkan bahwasannya Pemerintah Kabupaten  Karangasem telah melakukan berbagai langkah strategis diantaranya pengaturan sistem distribusi makanan, pendataan pengungsi serta penyediaan sarana MCK serta tenaga medis. 
 
Bupati Sumatri menyampaikan bahwasannya data pengungsi dilakukan update data setiap enam jam sekali dan berdasarkan data terakhir yang tercatat per tanggal 23 September 2017 pukul 12.00 jumlah pengungsi mencapai 15.142 dan tersebar di 126 titik lokasi pengungsian yang tersebar di kabupaten se Bali. 
 
Menanggapi banyaknya titik titik pengungsian , Gubernur Pastika menginstruksikan agar tempat pengungsian diatur kembali. Untuk pengungsian yang terdiri kurang dari 200 pengungsi agar bergabung dengan pengungsi lainnya di beberapa lokasi pengungsian yang cukup besar seperti di UPT Pertanian di Rendang , Lapangan di Desa Les , Lapangan Ulakan serta GOR Sweca Pura. 
 
" Ini dilakukan untuk mempermudah distribusi makanan, pemantauan keamanan, serta kesehatan para pengungsi," tuturnya. 
 
Gubernur juga memerintahkan agar dapur umum yang semula berlokasi di pelabuhan tanah Ampo agar segera dipindahkan ke Rendang. Gubernur beserta rombongan juga berkesempatan mendatangai para pengungsi di UPT Pertanian Rendang  yang mengalami kepanikan akibat adanya oknum yang tidak bertanggung jawab yang menginstruksikan masyarakat untuk segera pindah karena lokasi pengungsian rawan bencana.[bbn/rls/psk]


Minggu, 24 September 2017 | 08:32 WITA


TAGS: gunung agung



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: