Hilangkan Kejenuhan, Pemkab Tabanan Gelar Pelatihan Memasak dengan Pengungsi

Kamis, 05 Oktober 2017 | 12:00 WITA

Hilangkan Kejenuhan, Pemkab Tabanan Gelar Pelatihan Memasak dengan Pengungsi

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Tabanan. Tantangan terberat tinggal di posko pengungsian adalah rasa jenuh, sehingga Pemerintah Tabanan memberikan bekal keterampilan ke pengungsi yang ada di Desa Candi Kuning.
 
Inovasi itu diwujudkan melalui pemberian pelatihan bekal keterampilan tambahan bagi para pengungsi di Posko Induk Pengungsian Kembang Merta, Desa Candi Kuning, Baturiti. 
 
Pelatihan difokuskan untuk mengolah bahan makanan yang bersumber dari Ikan, seperti ketrampilan membuat Bakso, Nugget, Bola-Bola Singkong dan Jajan Kacamata. 
 
Ketua Dharma Wisata Persatuan (DWP) Kabupaten Tabanan, Putriningsih Ariwangsa menjadi Instruktur. Dia mengajarkan cara mengolah bahan makanan yang bermanfaat bersumber khususnya dari ikan seperti membuat bakso, nugget dan lain sebagainya. Dirinya dibantu oleh Poklasar Cipta Lestari Desa Candikuning serta anggota DWP Tabanan.
 
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Tabanan I Wayan Yatnanadi, Kadis Perikanan I Made Subagya, Kadis Sosial I Nyoman Gede Gunawan, Kepala Ketahanan Pangan Ni Ketut Warsiki, Kepala Pelaksana BPBD I Gst,Ngr. Made Sucita serta Camat Baturiti, Perbekel dan Bendesa Adat Setempat.
 
I Wayan Yatnanadi menerangkan saat sela-sela acara, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan kepada para pengungsi supaya nantinya berguna.
 
“Ini merupakan kebijakan dari Bupati Tabanan dalam memberikan pelatihan/ketrampilan tambahan bagi para pengungsi. Paling tidak nantinya melalui pelatihan ini bisa memenuhi variasi pangan bagi para pengungsi. Dan terpenting mengisi kekosongan waktu bagi para pengungsi, agar tidak bengong,” jelasnya.
 
Pihaknya juga menegaskan bahwa, sesuai dengan arahan Bupati Eka, acara ini akan diselenggarakan di tiap-tiap posko induk Pengungsi, diantaranya di Candikuning, Marga dan Kerambitan. Pertama dilaksanakan di Baturiti, Kedua di Marga dan berikutnya di Kerambitan yakni di Desa Samsam. 
 
“Serta Kecamatan-Kecamatan lainya yang terdapat pengungsi Erupsi Gunung Agung juga akan dilakukan hal serupa. Yang pastinya diharapkan berdampak pada para pengungsi ketika pulang ke rumahnya masing-masing. Paling tidak bisalah mengolah ikan dan dapat dipakai dalam pemenuhan pangan sehari-hari serta bisa dikembangkan sebagai usaha yang bisa meningkatkan pendapatan keluarganya”, tegas pihaknya. [bbn/tb/wrt]


Kamis, 05 Oktober 2017 | 12:00 WITA


TAGS: pengungsi gunung agung



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: