Ngambek Tak Ditemui Pacar, Pelajar SMK Tewas Gantung Diri

Kamis, 05 Oktober 2017 | 21:01 WITA

Ngambek Tak Ditemui Pacar, Pelajar SMK Tewas Gantung Diri

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Hanya karena ngambek tidak sempat dikunjungi oleh pacarnya, seorang pelajar SMK Teknas kelas XI, berinisial I Gede AP (16), nekat bunuh diri dengan cara gantung diri di atap kamarnya di Jalan Kertadalem Sari Gang IV Blok A nomor 1B, Denpasar, pada Kamis (5/10) siang. 
 
Kematian siswa ini awalnya diketahui oleh temannya, Putu Wahyu Ariana (14) yang berkunjung ke rumah korban, sepulang dari sekolah sekitar pukul 12.30 Wita. Saksi melihat pintu rumah depan sudah terbuka, namun rumah sepi. Korban diketahui tinggal bersama bapak angkatnya, Wayan Muten (59). 
 
“Setelah masuk ke kamar, saksi melihat korban tewas tergantung di atap kamarnya,” sebut sumber dilapangan Kamis (5/10). 
 
Kejadian heboh itu kemudian dilaporkan ke bapak angkat korban yang bekerja di Undiknas, Panjer, Denpasar. Aparat kepolisian Polsek Denpasar Selatan yang menyelidiki TKP tidak menemukan tanda tanda kekerasan ditubuh korban. 
 
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, murni gantung diri,” ujar Kapolsek Densel Kompol Putu Indrajaya.
 
Sementara itu, menurut sepupu korban, Kadek Enya Sari (15), korban belakangan ini agak posesif dengan pacarnya. “Tadi pacarnya cerita, kalau dia (korban) ingin ketemu pacarnya di rumah. Tapi pacarnya enggak bisa karena sedang ada kegiatan di sekolah,” ungkapnya. 
 
Dijelaskannya, korban yang kini duduk dibangku SMK kelas XI Teknas Denpasar ini tidak bersekolah. Pasalnya, di sekolah sedang berlangsung upacara piodalan. Sementara kekasihnya GM masih ada kegiatan menari di sekolah, sehingga belum bisa bertemu dengan I Gede AP di rumahnya. 
Fatalnya lagi, handphone GM dalam keadaan rusak dan tidak bisa dihubungi. “Jadi selama ini pacarnya pinjam HP ajiknya untuk kasih kabar ke GAP,” ungkapnya. 
 
Nah, karena kekasihnya tidak datang, korban ngambek. Entah kenapa, remaja asal Singaraja, Buleleng itu mengambil tindakan nekat bunuh diri. Korban mengakhiri hidupnya dengan tali tambang warna biru yang diikat di atas atap kamarnya. 
 
“Diperkirakan dia bunuh diri pada pukul 9.00 Wita saat bapak angkatnya tak berada di rumah,” bebernya. 
 
Menurut Sari, semasa hidup, korban dikenal sebagai remaja yang pendiam. Namun apabila ada masalah biasanya korban menyempatkan curhat kepada adik sepupunya. “Biasanya sering curhat, terakhir enggak ada bilang apa-apa,” tuturnya.
 
Terpisah, bapak angkat korban, Wayan Muten (59) menerangkan terakhir kali anak angkatnya bertemu dengan kekasihnya pada Rabu (4/10) kemarin. “Kemarin pacarnya sempat datang kesini. Pas pulang dia sempat pamitan kok,” tuturnya dengaan raut wajah sedih. 
 
Sebelum ditemukan tewas, Muten juga sempat pamitan kepada anak angkatnya untuk pergi bekerja. Bahkan, korban pun sempat mencium tangannya, sebelum pergi. Kini, jenazah korban masih berada di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar dan rencananya jenazah akan dipulangkan ke kampung halamannya di Singaraja, Buleleng. [spy/wrt] 


Kamis, 05 Oktober 2017 | 21:01 WITA


TAGS: gantung diri



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1569