Masuk Zona Kuning Bahaya Narkoba, Tabanan Belum Juga Punya Kantor BNK

Senin, 13 November 2017 | 11:00 WITA

Masuk Zona Kuning Bahaya Narkoba, Tabanan Belum Juga Punya Kantor BNK

ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Tabanan. Lahan menjadi hal yang vital ketika ingin membangun sebuah kantor. Kendala lahan pun menjadi alasan utama di Tabanan belum dibangun kantor BNK (Badan Narkotika Kabupaten). 
 
Meskipun Tabanan masuk dalam zona kuning yang berarti daerah rawan narkoba.
 
Ketua BNK Tabanan I Komang Gede Sanjaya membenarkan belum adanya kantor BNK tersebut lantaran terkendala lahan. 
 
"Kendala utamanya adalah lahan yang belum ada dan ini perlu ada kajian dulu dari Pemda serta harus juga ada daya dukung di Pemda," jelasnya.
 
Sebelumnya Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Bali Brigjen I Putu Gede Suastawa menerangkan, Tabanan masuk peringkat 5 rawan narkoba setelah Denpasar, Badung, Buleleng dan Gianyar. Bahkan termasuk zona kuning. Sehingga hal ini menjadi perhatian Jakarta untuk membentuk Badan Narkotika Kabupaten (BNK). 
 
"Karangasem dan Singaraja sudah disetujui, Tabanan meski ada, saya sudah dua kali disurati pusat itu," ungkapnya, Minggu (12/10).
 
Menurut Suastawa pembentukan dalam membuat kantor BNK ini pertama harus disediakan lahan yang jelas. Personil, dan anggaran sementara selama 1 tahun untuk penyuluhan pembinaan personil. Anggaran personil ini disiapkan sebesar Rp350 juta oleh setiap masing-masing kota. 
"Anggaran ini untuk pembinaan personil," jelasnya. 
 
Setelah lengkap baik dipersonil maupun gedung serta ketua BNK telah ada, di tahun berikutnya akan ada bantuan vertikal dari pusat. 
 
"Siapkan lahan dulu, setelah itu akan dapat anggaran vertikal dari pusat, baik sarana mobil tunjangan akan didapatkan," terang Swastawa. [nod/wrt]


Senin, 13 November 2017 | 11:00 WITA


TAGS: narkoba Badan Narkotika Kabupaten



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: