Tiga Kasus Korupsi Ditangani Kejari Denpasar "Saru Gremeng"

Minggu, 17 Desember 2017 | 21:45 WITA

Tiga Kasus Korupsi Ditangani Kejari Denpasar "Saru Gremeng"

beritabalicom

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Disaat Kejaksaan Negeri lainnya di Bali berlomba untuk mengungkap kasus korupsi bahkan sebagian lagi ada yang sudah masuk ke meja persidangan, Kejari Denpasar dibawah komando Sila Halolongan justru belum menunjukkan taringnya. Bahkan berapa kasus korupsi warisan Kajari Sebelumnya hingga berita ini dibuat terkesan "saru gremeng" alias tidak jelas.
 
Yang paling mencolok adalah kekalahan penyidik Kejari Denpasar dalam Praperadilan terkait kasus korupsi senderan Tukad Mati di Legian, Kuta, Badung beberapa waktu lalu. Dalam kasus ini, PN Denpasar menggugurkan status dua tersangka dalam perkara ini yaitu Kabid Pengairan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat) Badung, AA Gede Dalem dan Kasi Pengairan, I Wayan Seraman.
 
Selain itu, kasus lainnya seperti dugaan korupsi dalam relokasi kebakaran Pasar Badung ke eks Tiara Grosir di Jalan Cokroaminoto, Denpasar juga jalan di tempat. Padahal saat Kajari Denpasar dipimpin Erna Normawati, kasus ini terus digeber hingga naik menjadi penyelidikan. Namun sayangnya, saat ini kasus ini kembali jalan di tempat.
 
Hal yang sama juga terlihat dalam perkara dugaan penyalahgunaan Surat Keterangan Lunas (SKL) Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Badung. Bahkan pemanggilan terhadap mantan Kadispenda Badung yang kini menjabat Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa yang sudah sempat dilayangkan kini menghilang begitu saja tanpa kejelasan.
 
Kasi Intel dan Humas Kejari Denpasar, Agus Sastrawan yang dikonfirmasi Minggu (17/12) membantah beberapa kasus tersebut jalan di tempat. Dijelaskannya, untuk kasus senderan Tukad Mati, penyidik masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP Wilayah Bali. Jika dari hasil tersebut ditemukan adanya kerugian negara, pihaknya akan kembali menetapkan tersangka dalam perkara ini.
 
“Jadi dalam putusan Praperadilan memang status tersangka digugurkan. Tapi untuk penyidikan tetap sah dan jalan terus sambil menunggu hasil BPKP,” tegasnya. Untuk kasus korupsi relokasi Pasar Badung, Agus mengatakan saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk pengumpulan bahan keterangan.
 
Ia juga membantah jika perkara ini jalan ditempat. Hal yang sama ditegaskan terkait kasus SKL PBB-P2 di Dispenda Badung. Namun ia mengatakan belum tahu terkait pemanggilan mantan Dispenda yang kini menjabat Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa. “Yang pasti banyak pihak yang dimintai keterangan dan bukan mantan Dispenda saja. Nanti saya konfirmasi dulu ke Kasi Pidsus untuk jadwal pemanggilannya,” pungkas Agus.
 
Kajari Denpasar Janji Transparansi
 
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar Sila Halolongan, berjanji akan terbuka ke awak media dan masyarakat, terkait dengan hasil kinerja korps adhyaksa di Kejari Denpasar.
 
Dikatakannya, dirinya berkomitmen penuh memberantas kasus korupsi di wilayah hukum yang meliputi Denpasar, Badung. 
 
"Kita akan terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi. Hanya saja tentu ada pengecualian jika kasus masih dalam proses penyelidikan. Karena takutnya akan menghambat proses pencarian data dan barang bukti," jelas Sila saat berjumpa sejumlah awak media.
 
"Kasus korupsi, baik itu dari laporan masyarakat maupun laporan dari media, bisa kita tindaklanjuti dan akan kita selesaikan," timpal Kajari didampingi, kasi intel Agus Sastrawan, kasi datun Putu Sauca dan kasi pidsus Tri Syahru Wira Kosadha.
 
Dengan berkomitmennya Kejari Denpasar terhadap pemberantasan kasus korupsi, maka pihaknya pun berharap agar mendapat dukungan dari media. Media disebutnya partner kerja, selain sebagai fungsi kontrol juga sebagai penyaji informasi kinerja Kejari Denpasar kepada seluruh masyarakat.
 
"Sekali lagi saya tegaskan, kami akan terbuka memberikan informasi. Dan kita siap bekerjasama dengan media untuk menginformasikan hasil kinerja korps adhyaksa di Kejari Denpasar," tutupnya. [bbn/spy/psk]


Minggu, 17 Desember 2017 | 21:45 WITA


TAGS: kasus korupsi badung kejari denpasar



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: