Made Suanda Dibunuh Dengan Sadis, Diduga Sudah Direncanakan

Kamis, 21 Desember 2017 | 22:00 WITA

Made Suanda Dibunuh Dengan Sadis, Diduga Sudah Direncanakan

beritabalicom

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Polisi akhirnya mengungkap identitas pelaku pembunuhan terhadap I Made Suanda, pensiunan polisi yang ditemukan tewas di rumah kontrakan di Jalan Nuansa Kori Utama nomor 30, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Selasa (19/12) pagi lalu. Pelaku diduga berjumlah tiga orang, dua laki-laki dan seorang perempuan, satu diantaranya terdeteksi bernama I Gede Ngurah Astika (31) asal Pupuan, Tabanan.
 
Kematian tragis yang dialami korban asal Banjar Darmasaba Desa Darmasaba, Abiansemal Badung ini diduga sudah direncanakan oleh tiga pelaku. Tiga pelaku berkomplot menghabisi nyawa korban dengan maksud ingin menguasai uang transaksi penjualan mobil Honda Jazz warna putih DK 1985 CN, sebesar Rp 158 juta. Berbagai persiapan sudah mereka lakukan, termasuk menyiapkan lokasi eksekusi di rumah kontrakan, hingga penjemputan terhadap korban, pada Jumat (15/12) siang lalu.
 
Dugaan perencanaan pembunuhan itu berdasarkan hasil keterangan saksi-saksi di TKP, saksi pembeli mobil dan hasil rekaman CCTV. “Dari keterangan istri korban, suaminya keluar rumah untuk bertransaksi sekitar pukul 11.45 wita. Korban dijemput dua pelaku, satu wanita menggunakan masker dan satu lagi laki-laki,” ujar sumber yang enggan disebut namanya itu.
 
Sementara dari keterangan pembeli mobil Yoyo Halim kepada polisi, transaksi awalnya berlangsung di Mc Donald Kebo Iwo Denpasar. Namun dibatalkan karena saksi Yoyo tidak mengantongi uang tunai. Menurut pemilik showroom jual mobil bekas itu, transaksi kedua berlanjut di Lapangan Lumintang, Denpasar, sekitar pukul 12.45 wita. Transaksi itu dihadiri tiga orang diduga pelaku. Anehnya, korban tidak ada dalam transaksi tersebut.
 
“Saksi pembeli mengatakan dia tidak melihat korban di transaksi,” ujar sumber. Masih keterangan saksi Yoyo, dia terpaksa membatalkan transaksi di lapangan Lumintang karena tidak mengantongi uang tunai. Akhirnya transaksi dilakukan di rumahnya di Padangsambian Denpasar.
 
 
Hanya saja, kata saksi Yoyo, hanya satu pelaku (diduga Ketut) yang ikut bertransaksi dengan membawa mobil jazz milik korban. Sedangkan dua pelaku lainnya tidak diketahui keberadaannya. 
 
“Jadi, penyerahan uang transaksi sebesar Rp 158 juta berlangsung di rumah pembeli di Padangsambian. Setelah bertransaksi, pelaku dijemput temannya dengan mengendarai motor KXL,” kutip sumber.
 
Diduga kuat setelah transaksi, korban dihabisi di rumah kontrakan Ketut di Jalan Nuansa Kori nomor 30, Denpasar Utara. “Kami menduga, para pelaku menghabisi korban di rumah kontrakan hanya untuk menguasai uang transaksi. Korban dihabisi di kamar dan diseret ke ruang tamu dalam keadaan bersimbah darah,” kata sumber.
 
Kematian pensiunan polisi yang sempat bertugas di Pospol Renon itu terbilang sadis. Sekujur kepalanya baik bagian belakang dan wajah depan mengalami luka terbuka dan lebam. Bahkan mulut korban sempat dibekap sehingga lidahnya menjulur.
 
“Kepala bagian belakang dihantam dengan benda tumpul. Bisa jadi dengan menggunakan keramik karena di lantai banyak ditemukan pecahan keramik. Kepala korban dihajar berkali kali kali hingga bibirnya memar dan bengkak,” pungkas sumber.
 
Terkait pembunuhan sadis ini, Kapolsek Denbar Kompol Gede Sumena yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (21/12), enggan berkomentar banyak. Dia mengatakan belum bisa memberikan keterangan resmi karena pelakunya belum tertangkap. “Sabar dulu, kami masih menyelidikinya. Sudah ada yang kami kejar, mudah-mudahan mereka pelakunya,” tegasnya.[bbn/spy/psk]


Kamis, 21 Desember 2017 | 22:00 WITA


TAGS: polisi tewas denpasar



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: