Dampak Banjir Lahar Dingin, Produksi Beras Terancam Anjlok

Senin, 08 Januari 2018 | 11:55 WITA

Dampak Banjir Lahar Dingin, Produksi Beras Terancam Anjlok

beritabalicom

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Semarapura. Produksi beras di Kabupaten Klungkung terancam anjlok. Hal ini disebabkan dampak penutupan irigasi 12 subak, di dua kecamatan, Kecamatan Dawan dan Kecamatan Klungkung dengan total luas 1.180 hektar. 
 
Penutupan irigasi ini sudah berlangsung sejak dua bulan lebih sebagai akibat banjir lahar dingin Gunung Agung di Sungai Unda. 
 
Menurut Kepala BPBD Klungkung Putu Widiada, diperkirakan kerugian akibat penutupan irigasi itu produksi beras akan berkurang 4 ton per hektarnya. Sebagai bentuk antisipasi Klungkung  "krisis" beras, Pemkab Klungkung bakal mengamankan stok beras cadangan pemerintah (CBP) yang dimilikinya. Stok CBP ini rencananya akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Klungkung. 
 
Sedangkan untuk kebutuhan logistik pengungsi, kata Widiada, Pemkab Klungkung sudah bersurat ke Pemprop Bali mohon bantuan CBP Propinsi bisa digelontorkan untuk pengungsi Gunung Agung di Klungkung. 
 
"Dengan jumlah pengungsi saat ini sebanyak 9.000 lebih, kebutuhan beras setiap harinya sekitar 4,4 ton. Pak Bupati sudah bersurat ke gubernur mohon CBP propinsi," ungkap Widiada, Minggu (7/1). 
 
Saat ini total jumlah pengungsi di Klungkung sebanyak 9.491 jiwa. [bbn/wan/psk]


Senin, 08 Januari 2018 | 11:55 WITA


TAGS: beras anjlok



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR BALI 2018-2023
    • I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta
    • Total responden sampai saat ini: 812