Pilgub Bali 2018, Gubernur Pastika Minta Semua Pihak Jaga Kondusifitas

Selasa, 09 Januari 2018 | 20:05 WITA

Pilgub Bali 2018, Gubernur Pastika Minta Semua Pihak Jaga Kondusifitas

beritabalicom/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Setelah pada Senin (8/1) meninjau langsung pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018 Wayan Koster bersama Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-ACE) dalam tugasnya selaku pembina kehidupan sosial politik di Bali guna memastikan pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2018, Gubernur Bali Made Mangku Pastika Selasa (9/1) siang kembali mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, guna meninjau proses pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama I Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta).
 
Kepada awak media usai menemui pasangan Dharma-Kerta, Gubernur Pastika menjelaskan alasan dirinya hadir disetiap pendaftaran bakal pasangan calon. Menurut Pastika, sebagai Gubernur dirinya harus netral didalam setiap hajatan pemilihan kepala daerah baik pemilihan Bupati/Walikota ataupun Gubernur.
 
“Sebagai Gubernur, pimpinan di daerah, wakil pemerintah pusat di daerah saya harus memastikan bahwa proses demokrasi berjalan dengan baik. Saya berharap KPU sebagai penyelenggara bekerja secara professional , independent, tidak memihak dan berlaku jujur serta adil. Kepada semuanya, saya berpesan tidak boleh ada money politik, tidak ada kekerasan, tidak ada black campaign. Kalau menang, harus menang dengan bermartabat, agar rakyat kita menghormati semuanya dengan baik,” ujar Pastika.
 
Lebih lanjut, Pastika meminta kepada semua pihak untuk ikut menjaga ketertiban dan keamanan Bali agar tetap kondusif. Ia pun berpesan agar jangan sampai terjadi perpecahan hanya karena berbeda pandangan, berbeda pilihan satu sama lain.
 
“Kita memerlukan stabilitas politik di Bali demi keberlangsungan kehidupan pariwisata, ketenangan hidup kita dan sebagainya. Jangan hanya karena pilkada beda pilihan bisa menyebabkan perpecahan dan putusnya kita menyama braya,” tegasnya.
 
Terkait dengan euphoria masyarakat yang hadir dengan berbagai pertunjukkan budaya untuk menghantarkan pasangan yang didukungnya, Pastika mengatakan jika hal tersebut sangat bagus. Selain menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam berpolitik, hal ini juga dapat dijadikan sebagai ajang kegembiraan dan festival dalam penyaluran aspirasi untuk memilih pemimpinnya kedepan.
 
“Saya melihat semuanya tertib, ini menunjukkan kedewasaan kita dalam berpolitik. Jadikan moment ini sebagai satu festival, kegembiraan, bahwa kita akan menyalurkan aspirasi memilih pemimpiannya kedepan, itu harus penuh dengan keyakinan dan penuh kerelaan serta kegembiraan,” imbuhnya.
 
Pada kesempatan itu, Gubernur Pastika turut didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Bali Putu Jaya Suartama serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra.[bbn/rls/psk]


Selasa, 09 Januari 2018 | 20:05 WITA


TAGS: pilgub bali 2018 denpasar bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: