Nekat Mendaki Gunung Agung, Morgan Mengaku Jalani Misi Spiritual

Kamis, 11 Januari 2018 | 04:20 WITA

Nekat Mendaki Gunung Agung, Morgan Mengaku Jalani Misi Spiritual

beritabalicom

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Karangasem. Sempat tersesat, enam pendaki yakni I Made Suarjana (41 tahun), Sahran (49 tahun), Tomi Azdi Marta (21 tahun), Sunarmi (42 tahun), Kadek Agus Setiawan (33 tahun) dan Kanjeng Prabu Wiranegara akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan relawan Pasebaya bersama anggota TNI.
 
Setibanya dibawah, keenamnya langsung diarahkan ke Polsek Selat untuk dimintai identitasnya. Namun hal mencengangkan diungkapkan oleh salah satu pendaki yang mengaku bernama Kanjeng  Prabu Wiranegara alias Morgan Made Suparta asal Kuta.
 
Awalnya, Kanjeng tidak mau terbuka pada saat ditanya terkait tujuannya nekat melakukan pendakian ditengah situasi bahaya ancaman erupsi Gunung Agung. Namun setelah dikorek sedikit demi sedikit akhirnya pria penekun dunia spiritual tersebut mulai buka suara dihadapan relawan dan media. Hanya saja tidak semuanya ia ungkapkan, Rabu (10/01).
 
“Ini memang harus saya lakukan karena ini adalah misi spiritual saya, cukup saya saja yang mengerti ini, kalau diceritakan maka akan jadi ramai,” ujarnya.
 
Dari pengakuannya, saat berada di puncak Gunung Agung, dirinya melakukan ritual “Mendak” dengan membawa dua buah benda berbentuk ukiran naga melilit ikan paus yang terbuat dari tulang ikan paus dan satu buah tulang ikan Marlin berukuran cukup besar, berbentuk seperti batangan runcing yang nantinya akan dilinggihkan di kediamannya di Kuta.
 
Selain itu hal cukup mencengangkan juga diungkapkan oleh Kanjeng Prabu, bahwa dirinya adalah seorang penulis mimpi, dimana lewat mimpi dirinya mampu melihat dan  memprediksi kejadian baik yang sedang terjadi, sudah terjadi, maupun yang akan terjadi.
 
Seperti kejadian saat ini, dirinya melakukan pendakian beserta ritual ditengah ancaman erupsi Gunung Agung ini diakuinya sudah dimimpikannya sekitar enam bulan lalu. 
 
Oleh karena itu dirinya yakin bahwa tidak akan terjadi apapun pada dirinya ketika melakukan pendakian. Sementara kemampuannya menulis mimpi diakui sudah diperolehnya ketika duduk dibangku SMP kelas tiga.
 
Kendati demikian, Kanjeng  tetap bersikeras tidak mau untuk mengungkapkan jati dirinya yang sebenarnya beserta tujun dari ritual mendak itu sendiri. Bahkan Kanjeng menyuruh datang langsung ke rumahnya jika memang ingin tahu yang sebenarnya, terkait maksud dan tujuannya tersebut.
 
Pasca aksi nekatnya mendaki Gunung Agung, jika memang dirinya bersalah, maka ia mengaku siap untuk menanggung apapun itu sangsi atau hukuman yang akan diberikan.
 
Ketua Pasebaya I Gede Pawana mengatakan, pihaknya akan membawa Kanjeng beserta ke lima rekannya tersebut ke Posko Tanah Ampo untuk diserahkan kepada Dansatgas, untuk membuat pernyataan dan agar dijemput oleh pihak keluarganya. Pihaknya juga berencana untuk menindaklanjuti karena dianggap sudah membuat perasaan tidak nyaman dan perusakan portal.
 
“ Rasanya dengan itu boleh dilaporkan, ya paling tidak keluarganya datang untuk menjemput dan membawakan identitas yang sebenarnya,” Kata Gede Pawana.[bbn/igs/psk] 


Kamis, 11 Januari 2018 | 04:20 WITA


TAGS: pendaki gunung agung



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR BALI 2018-2023
    • I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta
    • Total responden sampai saat ini: 812