Be Bodag, Raja Matahari dari Laut Nusa Penida

Minggu, 21 Januari 2018 | 15:00 WITA

Be Bodag, Raja Matahari dari Laut Nusa Penida

Beritabali.com/CTC

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Klungkung, Salah satu tujuan wisatawan mancanegara, khususnya penyelam datang ke Nusa Penida yaitu untuk berjumpa raja matahari di laut Nusa Penida. Raja matahari yang dimaksud adalah ikan Mola-mola (sunfish). Bagi masyarakat Nusa Penida ikan Mola-mola tersebut lebih dikenal dengan nama “be bodag”.

Bagi Masyarakat Nusa Penida keberadaan ikan Mola-mola merupakan suatu keberuntungan. Ikan Mola-mola juga sering disebut sebagai ikan pembawa keberuntungan oleh masyarakat Nusa Penida karena telah menyebabkan wisatawan ramai berkunjung dan memberi dampak ekonomi bagi warga Nusa Penida. 

Sebutan ikan matahari diberikan karena Mola-mola sering ditemukan muncul kepermukaan laut untuk berjemur memulihkan suhu tubuhnya, karena terlalu lama berada di perairan laut dalam. Selain itu, bentuk tubuhnya yang bulat juga identik dengan bulatnya sinar matahari. Pada musim tertentu ikan Mola-mola naik ke perairan dangkal untuk membersihkan dirinya dari parasit dengan bantuan ikan bendera (banner fish) dan ikan bidadari (angle fish). 

Dalam Profile Wisata Bahari Nusa Penida  (2011) disebutkan Ikan Mola-mola ini memiliki ukuran 2 meter dan muncul di perairan Nusa Penida sekitar bulan Juli-September. Maka pada bulan-bulan tersebut para penyelam dari seluruh dunia datang ke Nusa Penida untuk melihat ikan Mola mola. Terdapat beberapa lokasi di perairan Nusa Penida yang menjadi lokasi penyelaman seperti Crystal Bay (Banjar Penida), Blue Corner (Jungut Batu), Ceningan Wall (Ceningan), Sental (Ped) dan Batu Abah (Pejukutan). 

Berdasarkan pemantauan Coral Triangle Center(CTC), kemunculan mola-mola di di perairan Nusa Penida selama 2016 menurun dibandingkan tahun 2015. Selama 2016 hanya di jumpai 1-2 ikan mola yang muncul ke permukaan di beberapa lokasi di Nusa Penida. Padahal sebelumnya secara rata-rata per-tahun jumlah kemunculan ikan laut dalam tersebut di setiap lokasi cleaning station antara 2 - 4 ekor per kemunculan dalam kurun waktu bulan Juni – Oktober. Salah satu penyebab penurunan jumlah kemunculan jenis Mola ramsay ini adalah adanya kenaikan suhu perairan yang mencapai 25 0C. 

Jika Mola rata-rata muncul setiap 2-3 hari sekali, maka per lokasi setiap bulannya memiliki kemunculan rata-rata 20 - 40 ekor, dengan asumsi Mola yang muncul bukan individu yang sama. CTC bekerjasama dengan Murdoch University Australia melakukan penelitian dengan memasang satelite tagging pada Mola mola untuk mengetahui pola pergerakan dan jalur migrasinya. Studi lain yang juga dilakukan adalah studi mengenai daya dukung lingkungan ( carrying capacity study) masing-masing lokasi penyelaman mola. Mengingat  pada musim Mola sekitar 600-800 orang menyelam per hari di Nusa Penida. 

Hasil survei CTC tahun 2011 menunjukkan wisatawan yang datang ke Nusa Penida lebih banyak melakukan fun-dive di Crystal Bay dan Manta Point daripada ke dive site lain. Wisatawan juga melakukan dive-course selain fun-dive. Dalam Profile Wisata Bahari Nusa Penida  (2011) juga disebutkan total jumlah wisatawan selam yang datang pada saat high season adalah 2700 orang tiap bulannya. Sementara itu menurut survey para penyelam tersebut datang ke Nusa Penida mayoritas ingin melihat keindahan bawah laut Nusa Penida, Ikan Pari Manta dan sang raja bawah laut Nusa Penida ikan Mola-mola. Pada saat low season total jumlah penyelam yang datam berkisar 940 orang tiap bulannya, sehingga dapat disimpulkan kisaran penyelam yang datang ke Nusa Penida tiap tahunnya adalah 16.560 orang.[bbn/CTC/mul]


Minggu, 21 Januari 2018 | 15:00 WITA


TAGS: Mola-mola Nusa Penida Be bodag



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: