Kasus Karyawan Hotel "Blow Job", Polisi Tunggu Saksi Ahli

Selasa, 06 Februari 2018 | 22:25 WITA

Kasus Karyawan Hotel "Blow Job", Polisi Tunggu Saksi Ahli

beritabalicom

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Kuta. Hingga kini jajaran Polsek Kuta belum menemukan adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan karyawan Hotel Ramada Bali Sunset, berinisial ADR (31) terhadap perempuan asal New Zealand, Aneta Katarina Jones. Meski demikian, pria asal Manado, Sulawesi Utara itu untuk sementara dikenakan wajib lapor dan nasibnya akan ditentukan dari hasil pemeriksaan keterangan saksi ahli.
 
Kapolsek Kuta Kompol Nyoman Wirajaya SH, membenarkan pihaknya belum menemukan terjadinya pelecehan seksual yang menimpa korban, Aneta Katarina Jones. Namun karena kasus ini sudah menjadi viral di medsos Facebook, atas cuitan korban sendiri, kepolisian langsung menyelidiki dan mengamankan ADR di rumah kosnya di Jalan Pulau Galang nomor 18 Pemogan Denpasar Selatan, 31 Januari lalu.
 
“Kami sudah mengamankan barang bukti berupa rekaman video, baju kerja, celana kerja dan sepasang sepatu milik terduga pelaku,” ungkap Kapolsek, Selasa (6/2).
 
Menurut Kompol Wirajaya, pihaknya sulit menyelidiki kasus ini karena tidak ada laporan korban ke polisi. Bahkan, korban sendiri sudah pulang ke negaranya, New Zealand. Sementara dari pemeriksaan ADR, pria asal Manado ini sangat koorperatif sekali. Namun, ia tidak menyangka obrolan senda gurau dengan korban di loby hotel menjadi isu yang melebar kemana-mana hingga viral di medsos.
 
“ADR mengakui berkomunikasi dengan korban didepan hotel. Ia juga mengakui ada mengucapkan kata kata “Blowjob” atau oral seks. Kata kata itu diucapkan dalam konteks sangat singkat sekali dan tidak diucapkan berulang-ulang. Karena korban akan chek out dan pihak hotel sudah mempersiapkan transportasi untuk mengantarnya ke bandara,” ujar mantan Kapolsek Ubud, Gianyar ini.
 
Diterangkannya, sebelum chek out, Rabu (31/1) sekitar pukul 16.00 Wita, korban sempat komplain ke managemen hotel. Pasalnya, selama menginap 4 hari dari tanggal 26 Januari hingga 31 Januari, ada satu malam yakni tanggal 28 dia tidak menginap di hotel. Sehingga korban minta refund dan minta dikembalikan uangnya senilai Rp 350.000.
 
Namun pihak hotel menolak karena dalam system managemen apabila tamu hotel sudah melakukan reservasi selama menginap, harus dibayar lunas. Nah, dalam pembicaraan di loby itulah ADR mengaku sempat mengeluarkan candaan “Blowjob” yang sontak membuat korban marah. 
 
”Kalau kamu mau minta refund segera saya akan gantikan dengan uang pribadi saya tapi syaratnya “Blowjob,” kata ADR kepada korban seperti ditirukan Kapolsek.
 
Memang, kata Kapolsek, kata-kata “Blowjob” tidak sempat direkam oleh korban. Namun usai mendengar kata-kata ajakan mesum itu, korban langsung merekamnya. ADR sendiri menyadari bila pembicaraan itu direkam oleh korban. 
 
“Yang direkaman viral itu tidak ada kata-kata yang seronok. Kami sudah melakukan eksaminasi terhadap video tersebut berulang-ulang dan ternyata tidak ada ucapan “Blowjob” yang sifatnya pelecehan,” tegasnya.
 
Meski sebatas candaan, ADR sendiri mendapatkan hukuman sosial dari pihak hotel, yakni langsung dipecat hari itu juga. Pemecatan itu sudah disampaikan pihak managemen hotel ke pihak coorparate hotel, dan ADR tidak bisa lagi bekerja di Bali.
 
Sampai saat ini, kata Kompol Wirajaya, pihaknya belum menemukan pasal yang tepat untuk ADR. Status ADR untuk sementara dikenakan wajib lapor dalam rangka penyelidikan mendalam. “Dalam seminggu ini kami akan memeriksa saksi ahli untuk mencari apakah dalam pembicaraan itu mengandung unsur pelecehan seksual. Kami juga akan mencoba menghubungi korban melalui bantuan dari pihak corporate hotel pungkasnya. [bbn/Spy/psk] 
 


Selasa, 06 Februari 2018 | 22:25 WITA


TAGS: karyawan hotel blow job



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: