Bunuh Rekannya, Dua Buruh Proyek Terancam 15 Tahun Penjara

Selasa, 13 Februari 2018 | 19:25 WITA

Bunuh Rekannya, Dua Buruh Proyek Terancam 15 Tahun Penjara

beritabalicom

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Dua terdakwa kasus pembunuhan yakni Lede Manu Padaka alias Arjen (21), dan Eston Bada Bolu (20), didakwa dengan tiga pasal berlapis.
 
Dalam sidang perdana kasus pembunuhan dengan korban Hadi Ikhwanto alis Eko (39), buruh proyek yang tinggal di bedeng proyek Hotel Sangrila, Jalan Terompong, Benoa, Kuta Selatan, Badung, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (13/2).
 
Dari tiga pasal yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) keduanya bisa terancam hukuman 15 tahun mendekam di Lapas Kelas II A Kerobokan.
 
Pada dakwaan pertama, kedua pria asal Sumba Barat Daya, NTT ini dituding dengan segaja merampas nyawa orang lain sehingga dijerat dengan pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 15 tahun.
 
Sementara pada dakwaan Kedua, perbuatan para terdakwa secara terang-terangan dengan tenaga bersama mengunakan kekuatan yang mengakibatkan kematian sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP.
 
Sedangkan pada dakwaan ketiga, para terdakwa melakukan penganiayaan terhadap korban yang mengakibatkan kematian sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat 3 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Dihadapan Majelis hakim diketuai Wayan Kawisada, Jaksa I Gusti Ngurah Wirayoga menguraikan jika perbuatan sadis para terdakwa terjadi pada 23 September 2017 di halaman bedeng proyek PT Tata, Jalan Trompong, kelurahan Jimbaran, kecamatan Kuta Selatan,  kabupaten Badung.
 
Mulanya, para terdakwa yang hanya berkerja sebagai buruh proyek bersama rekannya Agustinus Ngongo Leba alias Agus (sudah divonis 3 tahun penjara pada kasus yang sama) serta Toda Raimon dan Nikodemus L Tago alias Sandi berpesta miras di dalam Bedeng.
 
Kemudian terjadi pertengkaran antara terdakwa Eston Bada Bolu dengan Toda Raimon. Lalu datang saksi Panjiono memperingatkan agar tidak ribut karena menganggu penghuni Bedeng yang lain. 
 
"Saat saksi mencoba untuk mengingatkan justru ditanggapi sinis dan terjadi cekcok. Pada saat itu datang korban Hadi Ikhwanto alias Eko tang bermaksud untuk membantu saksi namun justru jadi korban," beber Jaksa Wira Yoga.
 
Korban ditusuk pisau belati panjangnya kurang lebih 25cm yang terselip dipinggang kirinya. 
 
"korban ditusuk kurang lebih sebanyak 10 kali," beber JPU.
 
Keberutalan para terdakwa tidak hanya itu, setelah melihat korban Eko terkapar besimbah darah di tanah, terdakwa Arjen kemudian membuang pisau belati yang kemudian pisau tersebut diambil oleh Agus untuk menusuk Panjiono sebanyak 2 kali. 
 
Setelah kejadian, para terdakwa kemudian lari ke arah Jalan Sesetan dengan mengendarai sepeda motor.
 
Atas dakwaan ini, kedua terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya tidak merasa keberatan sehingga sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi pembuktian atas dakwaan JPU.[bbn/maw/psk]


Selasa, 13 Februari 2018 | 19:25 WITA


TAGS: pembunuhan denpasar



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: