Kronologis Penahanan Kapal Pesiar Mewah Equanimity di Perairan Lombok

Kamis, 01 Maret 2018 | 14:25 WITA

Kronologis Penahanan Kapal Pesiar Mewah Equanimity di Perairan Lombok

beritabalicom/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Bareskrim Mabes Polri bersama Biro Investigasi Federal (FBI) mengamankan sebuah kapal pesiar mewah senilai Rp 3,5 triliun, Rabu (28/2/2018), yang diduga sebagai hasil pencucian uang di Amerika Serikat. Bagaimana kronologis peristiwa tersebut? Dimana sebenarnya kapal tersebut diamankan pertama kali?
 
Kasatrolda Dit Polair Polda NTB AKBP Dewa Wijaya seijin Dir Polair Polda NTB Kombes Pol Edwin Rachmad Adikusumo, kepada beritabali.com memaparkan, sebelum kapal pesiar mewah diamankan, ada laporan dari masyarakat Gili Gede bahwa ada kapal yatch yang "angker" atau pasang jangkar di depan Pulau Gili Nanggu. 
 
"Karena kecurigaan tersebut, kami selaku Kasatrolda (Pol Air NTB) langsung mendampingi Danpal 2001 untuk patroli. Berhubung itu kapal yacth dan kami tidak punya bukti pelanggaran dan tindak pidana perairan, kami minta back up Kasi Wasdakim Mataram dan tim untuk ikut mendampingi naik kapal untuk memeriksa dokumen kapal dan dokumen keimigrasian akhirnya ada kecurigaan dari kelengkapan paspor dan visa arrival dari beberapa crew," ujarnya.
 
Akhirnya paspor kapten kapal disita pihak imigrasi, agent dan kapten kapal diminta ke kantor imigrasi Mataram.
 
Saat diamankan di wilayah perairan Lombok, kata Dewa, pemeriksaan awal dilakukan oleh Kasatrolda NTB beserta tim dan Kasi wasdakim imigrasi Mataram beserta Tim.
 
 
"Dari pelanggran dan tidak pidana terkait undang-undang perairan tidak kami temukan. Selanjutnya kami menerima telpon dari komandan Tim bareskrim agar kami selaku Kasatrolda membantu mencari info di perairan NTB bahwa ada kapal yatch atas nama dimaksud, dan kami langsung jawab baru saja kami memeriksa kapal dengan imigrasi dan temuan diduga pelanggaran pidana imigrasi. Selanjutnya tim bareskrim meluncur ke Imigrasi Mataram dan membawa agen dan kapten kapal ke Krimsus Polda NTB untuk dimintai keterangan lebih lanjut,"jelasnya.
 
Sesuai dengan PERPRES No 105 tahun 2015 pasal 3, kapal pesiar diberikan kemudahan di 18 titik lokasi, dan untuk pemeriksaan lebih lanjut, maka kapal pesiar mewah ini diarahkan ke perairan Polairda Bali. Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut ditemukan dugaan hal tersebut sesuai dengan berita yang kemudian muncul di media massa.
 
Berdasarkan informasi dari pihak berwenang, kapal pesiar bernama Equanimity dengan panjang 100 meter ini, diduga merupakan hasil pencucian uang yang didapatkan hasil korupsi di Amerika Serikat. Kapal ini menuju Bali, setelah berlayar dari Negara Thailand.[bbn/tim/psk]


Kamis, 01 Maret 2018 | 14:25 WITA


TAGS:



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: