Impor Vape Berisi Narkotika, Eks Marinir AS Terancam 20 Tahun Penjara

Jumat, 09 Maret 2018 | 08:25 WITA

Impor Vape Berisi Narkotika, Eks Marinir AS Terancam 20 Tahun Penjara

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Terdakwa berinisial KSL (45), asal California, Amerika Serikat untuk pertama kalinya duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (8/3).
 

Berlindung dari Team Penasehat hukumnya, Edward Pangkahila, mantan marinir AS ini sempat memohon kepada Majelis Hakim agar semua ruangan ditutup dan meminta dijauhkan dari bidikan fotografer media.
 
Bahkan terdakwa sempat kebingungan menutupi wajahnya saat akan diphoto oleh beberapa media. Namun Hakim Novita Riama SH mempertegas bahwa sidang tersebut terbuka untuk umum dan meminta pengertian kepada awak media untuk cukup mengambil gambar.
 
Pria berkepala plontos ini menjadi terdakwa dalam kasus dugaan mengimpor Narkotika golongan I jenis Deltas 9 Tetrahydrocannabinol seberat 33,6 gram brutto. Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martinus T Suluh dan Suhadi mendakwa terdakwa dengan pasal alternatif yakni dakwaan Pertama pasal 113 ayat 1 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan maksimal 15 tahun.
 
Sedangkan pada dakwaan ke Dua pasal 112 ayat 2 dengan anacaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun, dan dakwaan ke Tiga pasal 127 ayat 2 huruf dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun, Undung-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 
 
Dihadapan Majelis hakim pihak JPU menguraikan bahwa kasus yang menjerat terdakwa ini bergulir, ketika terdakwa yang tinggal di Perumahan Tirta Graha, Jalan Tirta Jaya 99X Iyas Bali Villa, Banjar Anyar Kaja, Kuta Utara, Badung, memesan alat hisap Vape, charger dan carthridge (vial) yang didalamnya berisi narkotika jenis Delta 9 Tetrahydrocannabino kepada Derik Crabs. 
 
Paket kiriman yang tiba pada 30 September 2017 sekitar pukul 10.00 wita oleh petugas Kantor Pengawasan dan Pelanyanan Bea dan Cukai Type Madia Pabean Ngurah Rai dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan terhadap paket kiriman dari luar negeri yang masuk ke Kantor Pos Besar Renon, Denpasar lantaran adanya informasi yang mangatakan ada paket narkoba terkirim lewat pos dari luar negeri.
 
Dengan adanya informasi tersebut, petugas menyisir setiap paket pengiriman dari luar negeri. Dan mencurigai satu paket barang yang dikirim atas nama Stevenson Joel dan penerimanya terdakwa.Saat dilakukan pemeriksaan ditemukan 1 buah kotak warna kuning yang bertuliskan Cafe Latte yang didalamnya berisi 5 buah alat hisap, charger (pemanas). Selain itu juga terdapat 20 buah cartridge (vial) berisi cairan warna kuning dengan berat keseluruhan 0,4 ml netto atau 0,4 gram yang diduga mengandung narkotika. 
 

"Terhadap paket yang diduga mengandung narkotika tersebut dilakukan pengecekan dengan alat tes narkotika dan benar 20 buah cartridge (vial) berisi cairan warna kuning itu berisi narkotika," kata Jaksa Martinus. 
 
Terdakwa diamankan saat mengambil paket tersebut. Untuk kemudian dilakukan pengembangan di villa tempat tinggal terdakwa yang selama ini bekerja sebagai disainer. Dari penggeledahan itu petugas kepolisian menemukan berupa satu buah vape berisi cairan warna kuning dengan berat 16,94 gram brutto atau 0,02 ml atau 0,02 gram netto mengandung narkotika Delta 9 tetrahydrocannabinol.
 
"Terdakwa mengimpor atau memasukan narkotika ke daerah Pabean Indonesia secara ilegal dengan tidak memiliki ijin dari menteri kesehatan," demikian Jaksa Martinus. (bbn/maw/rob)


Jumat, 09 Maret 2018 | 08:25 WITA


TAGS: Impor Narkoba Eks Marinir AS



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: