Parta Nilai Fungsi Balai Bahasa Belum Optimal

Selasa, 20 Maret 2018 | 16:15 WITA

Parta Nilai Fungsi Balai Bahasa Belum Optimal

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com.Denpasar, Ketua Pansus Ranperda tentang Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 1992 tentang Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, Nyoman Parta menilai fungsi Balai Bahasa dan Aksara Bali yang berada di bawah Dinas Kebudayaan Provinsi Bali belum optimal.
 

Ia menyoroti keberadaan balai bahasa yang diisi oleh professor serta tenaga ahli, namun karena faktor kelembagaan dan pembiayaan dan belum jelas tugas dan fungsinya menyebabkannya mati suri. Dengan adanya Perda ini, kata dia nantinya diharapkan  tugas dan  fungsi lembaga tersebut dapat diperkuat khususnya yang berkaitan dengan pengembangan, perlindungan, pemanfaatan dan pembinaan Bahasa Bali. 
 
Pada Raker kerja yang dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali, Penjabat Sekda Provinsi Bali serta Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Bali, Selasa (20/3), dia menyampaikan Raperda tersebut sudah dibahas dengan intensif dengan OPD terkait dan Raperda siap untuk ditetapkan. Disamping itu telah disepakati bahwa di perguruan tinggi akan diberikan mata kuliah penunjang Bahasa dan Aksara Bali di setiap jurusan yang materinya akan dikaitkan dengan jurusan itu sendiri. 
 
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Pastika menyampaikan dukungannya akan upaya penguatan fungsi dan peran Balai Bahasa dan Aksara Bali, sehingga akan ada patokan atau pedoman yang didukung dengan penganggaran yang memadai. Gubernur juga berharap nantinya keberadaan dari balai ini juga akan mampu mengontrol guru-guru Bahasa Bali sehingga pekerjaannya dapat dievaluasi dan dipertanggung jawabkan. (bbn/rlspemprov/rob)


Selasa, 20 Maret 2018 | 16:15 WITA


TAGS: Balai Bahasa Raperda Bahasa Bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: