Penggunaan Alat Bantu Seks Vibrator, Apakah Berbahaya?

Minggu, 15 April 2018 | 09:05 WITA

Penggunaan Alat Bantu Seks Vibrator, Apakah Berbahaya?

beritabalicom/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar.  Tanya : Saya baru saja dihadiahkan sebuah vibrator (alat bantu seks) oleh teman kantor. Tadinya saya tidak tertarik, tetapi belakangan saya jadi ingin tahu dan malah sempat menggunakannya sendiri. Kalau digunakan terus apa berbahaya dok? (Rima,25 tahun,Bogor).
 
Jawab : Dorongan seksual dapat menjadi alasan seseorang untuk melakukan eksplorasi seksual, termasuk menggunakan alat bantu seks. Untuk perempuan, saat ini yang paling populer adalah alat bantu yang menyerupai kelamin laki-laki yang disebut dildo, atau yang dapat bergetar secara elektrik yang disebut vibrator. 
 
Alat bantu seks sebaiknya digunakan seperlunya saja, disaat diperlukan, serta menggunakannya dengan bertanggung jawab dan memperhatikan kebersihan alat. Bisa digunakan bagi mereka yang tidak sedang bersama pasangan seksual, misalnya saat suami berpisah sementara dari istri karena tugas, alat bantu seks bisa jadi solusi kebutuhan seksualnya, daripada muncul keinginan untuk melakukan hubungan seksual dengan orang lain. 
 
Menggunakan vibrator tidak berbahaya selama tidak kotor atau digunakan dengan kasar yang bisa membuat luka. Bahkan secara psikis penggunaan perangkat alat bantu seksual juga dapat membuat seseorang merasa aman dan nyaman karena juga terhindar dari risiko infeksi menular seksual, termasuk HIV AIDS. 
 
Alat bantu seksual juga bisa saja digunakan bersama pasangan, untuk variasi dalam hubungan seksual. Jadikanlah penggunaan alat bantu seks juga bagian dari hubungan seksual, buat variasi seksual. Gunakan pada saat foreplay atau pemanasan menuju hubungan seksual untuk memaksimalkan rangsangan seksual, karena rangsangan seksual yang maksimal akan membawa hubungan seksual kepada kepuasan maksimal bersama pula. 
 
Jadikan penggunaan alat bantu seks untuk kebutuhan membantu keharmonisan seksual bersama, karena justru penggunaannya yang tepat waktu dan disetujui bersama akan menghindari keinginan akan perselingkuhan, misalnya. 
 
Tentu saja alat bantu seks tidak akan bisa menggantikan sentuhan, rabaan, ciuman dan kehangatan tubuh dari pasangan. Jadi gunakanlah alat bantu seks seperlunya. Serta satu lagi, bila ada keluhan seksual dan merasa perlu menggunakan alat bantu seks, jangan lupa berkonsultasi dengan dokter yang paham kesehatan seksual. [bbn/tim/psk]


Minggu, 15 April 2018 | 09:05 WITA


TAGS: seksologi oka negara vibrator



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: