Pihak Club Med Bali Bantah Tuduhan Tamu Rusia

Senin, 16 April 2018 | 10:55 WITA

Pihak Club Med Bali Bantah Tuduhan Tamu Rusia

beritabalicom

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Badung. Menangapi laporan wisatawan Rusia ke Polda Bali atas dugaan mempertontonkan pornografi kepada anak bawah umur, pihak pengacara dari Hotel Club Med Bali, Law Firm "Soni Wijaya & Partners, Soni Wijaya, SH, saat dihubungi via aplikasi WhatsApp, Jumat, (13/4) di Badung menyampaikan, tanggapan dan klarifikasinya.
 
Pertama bahwa pada tanggal 1 januari 2018, di Club Med Bali dilakukan pertunjukkan seni dan hiburan yang pesertanya adalah seluruh anak-anak penghuni hotel yg mendaftar untuk mengikuti kegiatan aktifitas anak-anak di Club Med Child. Pertunjukkan tersebut tidak dilakukan di ruangan namun di panggung terbuka (panggung utama) yang dilihat oleh seluruh penghuni hotel termasuk orang tua dari anak-anak tersebut.
 
"Khusus untuk tarian yang diikuti oleh anak pelapor, diikuti sekitar 15 sampai 25 orang anak. Dimana orang tua dari anak-anak tersebut ikut menonton unjuk kebolehan anak-anak mereka dalam menari. Berarti selain khalayak umum yang menonton juga 15 sampai 20 orang tua dari anak-anak tersebut ikut menonton," jelasnya.
 
Dilanjutkan, acara tarian tersebut awalnya sangat menghibur dan meriah, karena hanya mempertunjukkan unjuk kebolehan anak-anak tersebut.
 
"Dimana pelatih mereka berada pada barisan terdepan yang membimbing dan langsung mempraktekkan gerakan-gerakan tarian," ujarnya.
 
Pada akhir pertunjukkan atau sesaat sebelum pertunjukkan usai, tiba-tiba pelapor berteriak-teriak dan membentak pelatih tari dengan bau alkohol yang sangat tajam dari aroma mulutnya. Kemudian menyiramkan bir ke wajah pelatih tari. Saat itu suasana menjadi kacau dan anak-anak ada yang menangis ketakutan sehinga pelatih tari tanpa mengacuhkan tindak kekerasan dan intimidasi pelapor yang kelihatan mabuk, segera memilih diam dan memilih menyelamatkan dan mengajak semua anak-anak ke belakang panggung dan menenangkan anak-anak tamu hotel.
 
"Pihak hotel sudah bersikap profesional saat itu dan berusaha tetap tenang. Dimana sebagian besar orang tua dari anak-anak yang ikut menari mensupport pelatih tari untuk bersabar," katanya.
 
Ditambahkan, saat pelapor MY melaporkan permasalahan ini ke Polda Bali, pihak hotel pun mengikuti dan mematuhi prosedur serta proses hukum yang berlaku, dan belum berniat melaporkan balik pelapor yang sudah menganiaya karyawannya di muka umum, serta memberikan keterangan tidak benar di kepolisian Polda Bali.
 
"Semua saksi-saksi telah memberikan keterangan di kepolisian Polda Bali yang sebagian besar saksi adalah para orang tua yang anak-anaknya ikut melakukan tarian di panggung terbuka tersebut. Justru mereka menerangkan tidak ada pertunjukkan yang bersifat seksual atau pornografi. Dan mereka malah menerangkan pelapor saat itu seperti sedang mabuk berat. Sedangkan berdasarkan keterangan saksi-saksi bukti foto-foto, dan kamera pengawasa cctv anak pelapor tidak membuka baju sama sekali dalam pertunjukkan tari tersebut," paparnya.
 
Dirinya menghimbau agar pelapor dan atau siapa saja untuk patuh dan menghormati proses hukum yang telah berjalan di Polda Bali. Membuat isu dan atau fitnah-fitnah yang tidak perlu hanya akan merugikan pihak yang membuat fitnah itu sendiri.
 
Soni menambahkan, untuk dugaan adanya tindak pidana penganiayaan atau perbuatan tidak menyenangkan dan fitnah yang dilakukan pelapor, masih akan dikaji.
 
"Masih kita kaji, apakah perlu dilakukan pelaporan ke polisi (lapor balik) atau tidak oleh klien kami, mengingat sampai saat ini pelapor tidak meminta maaf namun terus menerus menfitnah klien kami. [bbn/aga/psk]


Senin, 16 April 2018 | 10:55 WITA


TAGS: club med bali rusia



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: