Bertemunya Janger Klasik Peliatan dan Janger Kreasi di Ayodya

Selasa, 24 April 2018 | 13:35 WITA

Bertemunya Janger Klasik Peliatan dan Janger Kreasi di Ayodya

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com.Denpasar, Taman Budaya Denpasar tepatnya di kalangan Ayodya menjadi saksi bertemunya 2 aliran janger yakni Janger klasik Peliatan yang ditampilkan SMKN 1 Mas Ubud dan SMAN 8 Denpasar yang menampilkan janger kreasi pada Minggu (22/4) malam.
 

“Janger kreasi SMAN 8 Denpasar tadi padat dan bervariasi jadi keharmonisan antara gamelan dan lagu-lagu janger cukup bagus. Koreografi juga bagus. Lalu dia masih menyanyikan lagu-lagu janger klasik tahun 1930 an,” ulas pengamat seni, Prof. Dr. I Made Bandem, MA . Hanya saja, Bandem memberi catatan yang perlu diperbaiki bagi anak-anak SMAN 8 Denpasar, yakni perlu adanya pemahaman bahwa lagu-lagu janger itu harus diatur ada yang lambat, sedang dan cepat. 
 
“Sementara tadi temponya yang dipakai (SMAN 8 Denpasar) sedang dan cepat. Sehingga lafalnya sering tidak kedengaran kalau dibarengkan dengan gamelan yang agak keras,” komentar Bandem.
 
Menurut pengamat seni lainnya, Dr. I Nyoman Astita, M.A, janger dari SMAN 8 Denpasar memang sudah agak modern dengan menonjolkan penggarapan pada penataan gerak. Itu dapat dilihat dari pola-pola komposisi gerak lebih menonjol. “Memang tidak menampilkan lakon tetapi ada atraksi pencak silat ditampilkan. Ini sesungguhnya menunjukkan janger itu sangat fleksibel. Bisa masuk berbagai kesenian yang lain yang bisa dirangkai sebagai bagian dari pertunjukkan,” ulas Astita. Contohnya jenger SMAN 8 Denpasar ini yang mengambil dari pengembangan dari gamelan Semarandana.
 
I Nyoman Mariyana, S.Sn. selaku pembina janger SMAN 8 Denpasar mengakui kalau garapan janger SMAN 8 Denpasar lebih menonjolkan komposisi gerak. “Karena konsep dasarnya adalah janger kreasi jadi pertama yang kami kreasikan adalah komposisi gerak tariknya,” ujar Mariyana. Tidak hanya komposisi gerak tarik, proses kreativitas juga dilakukan pada musikal, atraksi pencak silat dan dikombinasikan dengan kearifan lokal dan tari kebesaaran SMAN 8 yaitu Asta Dala. 
 
“Kami di SMAN 8 Denpasar, mengusung garapan yang berjudul Kembang Janger Asta Dala, dimana ini menggambarkan bunga teratai sebagai stana Dewi Saraswati,” sambung tim pembimbing SMAN Denpasar lainnya, Ni Nyoman Puspadi. Menurut Puspadi mereka ingin melalui seni, mereka membangun garapan yang kaya akan pengetahuan dan ketangkasan melalui kolaborasi antara janger, tarian maskot kami (Asta Dala), dan pencak silat. 
 

Janger SMKN 1 Mas Ubud mengangkat lakon ‘Ambisi Berujung Maut’. Lakon ini sengaja mengangkat dari kehidupan sehari-hari. “Dalam bekerja atau melakukan apapun yang utama itu adalah tulus, berambisi boleh hanya saja jangan sampai menjadi obsesi,” ungkap tim pembimbing janger SMKN 1 Mas Ubud, Luh Putu Enny Erlinawati.
 
Mengomentari penampilan SMKN 1 Mas Ubud, Bandem menilai janger tersebut lebih terlihat sebagai janger agak klasik. “Jangernya sudah bagus. Saya lihat dia mengambil beberapa gaya Peliatan. Cuma kemudian lakonnya itu yang tidak jelas. Jadi kehilangan dinamika dari janger itu sendiri. Jadi ini kembali pada penyutradaraan. Kalau anak-anaknya bagus-bagus dan potensial,” tutur Bandem.
 
Astita sepakat bila janger SMKN 1 Mas Ubud agak klasik. “Pakem jangernya sudah utuh. Penataan dramatiknya lakonnya yang diambil itu lakon keseharian, sesungguhnya cukup komunikatif. Tetapi bloking, pendramaan  anak-anak belum maksimal,” apresiasi Astita. Menurut Astita, anak-anak SMKN 1 Mas Unud perlu diajarkan perlu drama turgi juga, bloking, kualitas vocal dan ekspresi saat menampilkan janger. (bbn/rls/rob)
 


Selasa, 24 April 2018 | 13:35 WITA


TAGS: Nawanatya III Janger



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: