Konsultasi Seksologi Dr Oka Negara FIAS

Rambut Kelamin Sebaiknya Dibiarkan atau Dicukur Habis?

Minggu, 29 April 2018 | 08:05 WITA

Rambut Kelamin Sebaiknya Dibiarkan atau Dicukur Habis?

beritabalicom/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar.  Tanya : “Dok, sebaiknya rambut kelamin dibiarkan atau malah dicukur habis? Soalnya suami bilang lebih bergairah kalau rambut kelamin saya lebih lebat, atau malah kadang minta digundulin halus, biar licin dan lebih seksi katanya. Kalau dicabut bagaimana? Tetapi saya inginnya dipotong rapi saja, biar tidak terlalu lebat. Terima kasih” (Lina, 23)
 
Jawab: Apa yang dilakukan sebenarnya sudah cukup tepat, karena walaupun ternyata rambut kelamin, atau disebut rambut pubis, bisa menjadi daya tarik seksual juga bagi sebagian laki-laki, tetapi sudah seharusnya memang rambut pubis jangan dibiarkan tidak teratur dan terlalu lebat, karena jika terlalu lebat akan juga membuat area vagina dan sekitarnya menjadi lebih lembab sehingga mempermudah tumbuhnya jamur. 
 
Juga keringat dan rambut pubis dapat menyatu sehingga menimbulkan bau tak sedap, seperti halnya bau menyengat pada ketiak. Jadi memang harus dibersihkan sesering mungkin untuk mencegah akumulasi keringat, terutama karena bagian tersebut hampir selalu tertutup oleh pakaian. Area antara vagina dan anus pun harus selalu bersih dan bebas dari bau berlebih.
 
Tentang mencabut rambut pubis, sebenarnya tidak akan menimbulkan akibat buruk apapun, selama dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggunakan alat bantu yang kotor. Yang kemudian perlu diingat adalah, jika seluruh atau sebagian besar rambut pubis dihilangkan sampai bersih, atau terlihat gundul, walau memang akan lebih mudah dibersihkan tetapi ada kemungkinan resiko lebih mudah mengalami perlecetan saat mengalami gesekan, baik itu saat berhubungan seksual atau gesekan dengan pakaian dalam. Dalam keadaan ini, rambut kelamin sesungguhnya bermanfaat untuk mencegah gesekan tersebut sekaligus menjaga kelembaban area sekitar vagina.
 
Akan lebih baik pilihan bisa dilakukan dengan menggunting atau mencukur rapi saja rambut pubis, dengan menyisakan sebagian rambut, jadi tidak dihabiskan semua. Dengan dicukur atau digunting rapi, tentu saja tidak akan terasa sakit, lebih praktis dan rambut pubis bisa menjalankan fungsinya untuk melindungi gesekan termasuk menjaga kelembaban seputar vagina. 
 
Satu lagi, jangan lupa buat selalu menjaga kebersihan pakaian dalam. Seringlah mengganti pakaian dalam, minimal sehari dua kali setelah mandi, untuk menghindari jamur dan bakteri yang berasal dari pakaian dalam melekat juga pada rambut pubis atau langsung pada vagina jika rambut pubis dihabiskan. 
 
Sesungguhnya, upaya-upaya ini semua masuk ke dalam konsep merawat dan membersihkan kelamin yang perlu dilakukan dalam kaitan dengan hubungan seksual dan kebersihan organ seksual.[bbn/dr oka negara/psk]


Minggu, 29 April 2018 | 08:05 WITA


TAGS: rambut kelamin seksologi oka negara



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: