Antisipasi Teror Bom, Polda Bali Sempat Amankan Wanita Bercadar

Senin, 14 Mei 2018 | 23:20 WITA

Antisipasi Teror Bom, Polda Bali Sempat Amankan Wanita Bercadar

beritabalicom/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Pascaserangan teror bom yang terjadi di Surabaya Jawa Timur, Polda Bali meningkatkan kewaspadaannya dengan menjaga ketat pintu masuk Mapolda Bali, Senin (14/5) sekitar pukul 10.00 Wita. Beberapa pengendara motor dan mobil yang masuk ke Polda Bali diperiksa intensif termasuk barang bawaannya.
 
Namun, ada pemandangan menarik dari pengamanan tersebut, dimana petugas kepolisian mencurigai seorang wanita bercadar membawa anaknya. Wanita tersebut awalnya terlihat sedang duduk-duduk dipinggir jalan Angsoka, seputaran GOR Ngurah Rai, sekitar pukul 10.00 Wita.
 
Kemudian, wanita tersebut berdiri dan berjalan menuju ke asrama Polda Bali yang berada persis disamping GOR Ngurah Rai. Petugas kepolisian yang sudah mengamat-amati sejak pagi langsung mengamankannya. Wanita tersebut kemudian diperiksa dan diinterograsi. Namun, setelah digeledah, petugas tidak menemukan benda atau bahan berbahaya.
 
Selanjutnya, wanita bercadar itu dilepaskan. “Iya benar tadi sempat diamankan. Hanya diperiksa saja dan kemudian dilepas. Tidak ada kaitannya dengan terorisme. Nanti saya koordinasi dulu mengenai identitasnya,” beber Kabid Humas Polda Bali Hengky Widjaja, Senin (14/5/2018).
 
Petugas kepolisian juga mengamankan pasangan suami istri (pasutri) berinisial WYI (41) dan SLI (30) saat melintas mengendarai motor Vario DK 3520 IG diseputaran Kreneng, Denpasar Timur, sekitar pukul 13.30 Wita. Pasutri asal Jakarta dan tinggal di Jalan Pendidikan Gang Sastara Sidakarya, Sesetan Denpasar itu dicuriga karena mengenakan cadar serta mengendong tas ransel.
 
Sebelumnya, petugas kepolisian membuntuti pasutri tersebut mengendarai motor hingga ke rumahnya di Sidakarya. Setelah dihadang, petugas kepolisian memeriksa tas ransel pasutri tersebut. Setelah diperiksa, petugas tidak menemukan benda yang dicurigai. 
 
Walhasil, pasutri yang memiliki 4 anak itu tidak terbukti terlibat kelompok teroris. Kepada polisi, sang suami mengaku bekerja sebagai sopir dan sudah lama tinggal di Sidakarya. Mereka tinggal bersama 4 anaknya di rumah sendiri.
 
Menyangkut diamankannya pasutri bercadar, Kombes Hengky membenarkannya. Dia mengatakan, diamankannya pasutri tersebut sempat viral di media sosial. 
 
“Jadi, apapun yang menjadi berita di media social, wajib di telusuri pihak kepolisian. Setelah diperiksa, mereka tidak terbukti terlibat jaringan teroris,” tegasnya.
 
Soal penutupan dan pemeriksaan di pintu masuk di Polda Bali, Kombes Hengky mengatakan, penutupan tersebut merupakan bagian dari upaya pengalihan akses, jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Selain itu, perwira melati tiga ini menegaskan penutupan dan pemeriksaan pintu masuk Mapolda Bali berdasarkan hasil video conference dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
 
“Tadi memang ada video confrence dengan pak Kapolri. Jadi sekalian kami antisipasi saja, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Penutupan cuma satu jam saja, terangnya. [bbn/Spy/psk]


Senin, 14 Mei 2018 | 23:20 WITA


TAGS: teror bom denpasar bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: