Pasca Bom Surabaya, Polresta Denpasar Perketat Penjagaan

Selasa, 15 Mei 2018 | 08:35 WITA

Pasca Bom Surabaya, Polresta Denpasar Perketat Penjagaan

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com.Denpasar, Serangan bom bunuh diri yang beruntun terjadi di Surabaya, Jawa Timur, menjadi atensi khusus jajaran Polresta Denpasar. Belasan personel Sabhara Polresta Denpasar bersenjata lengkap menjaga pintu masuk dan memeriksa pengendara motor yang membawa barang bawaannya. Guna menghindari ancaman bahaya dari aksi bom bunuh diri, personel dilengkapi dengan body Vest atau rompi anti peluru.
 

Hingga pukul 15.00 Wita, pemeriksaan barang bawaan terhadap pengendara motor dan mobil yang masuk ke Polresta Denpasar terus dilakukan. Tampak, personel kepolisian meminta pengendara motor berhenti, dan dipersilahkan membuka barang bawaannya sendiri. Selain itu, jok motor juga diperiksa untuk dilakukan pengecekan. 
 
Setelah diyakini tidak ada membawa barang mencurigakan, petugas kepolisian mempersilahkan pengendara motor masuk. Hal yang sama dilakukan dengan pengendara mobil, sang sopir diminta keluar dan petugas melakukan pemeriksaan. Hingga berita ini diturunkan, situasi wilayah Polresta Denpasar aman terkendali. 
 
Kapolresta Denpasar Kombespol Hadi Purnomo yang memantau langsung pemeriksaan di pintu masuk Polresta Denpasar mengatakan saat ini Bali berstatus siaga. Mengacu kasus serangan bom yang terjadi di Surabaya Jatim, ia sudah memerintahkan jajaran Polsek, Pospol dan Polresta Denpasar untuk memperketat pemeriksaan terhadap tamu yang datang. 
 
“Personel yang bertugas melakukan pemeriksaan dilengkapi dengan body vest. Sekarang ini teroris membawa bom dengan mengendara motor dan itu patut kami waspadai,” terang mantan Kapolres Gianyar ini. 
 
Tidak hanya Mako Polresta Denpasar yang dijaga ketat. Sejumlah kawasan juga mendapat pengamanan yang sama, seperti rumah ibadah, Gereja dan Pura. Wilayah Denpasar sebagai kawasan Kota Wisata pengamanannya juga akan dipertebal. 
 
“Juga tempat hiburan malam dan ini sesuai perintah dari pimpinan, tempat hiburan waktu penutupanya dipercepat jangan terlalu lama, jangan sampai menjelang subuh baru selesai,” pintanya. 
 
Perwira melati tiga dipundak itu menegaskan, ia sudah memerintahkan jajaran Kapolsek untuk berkoordinasi dengan pemilik tempat hiburan malam untuk menutup sejak awal. Agar nantinya, tidak menimbulkan kemarahan dari pihak pihak lain. 
 
Ia pun menyarankan agar tempat hiburan malam tutup pukul 01.00 dini hari hingga pukul 02.00 dinihari. Nantinya, tempat hiburan malam akan dilakukan penebalan anggota personel dibantu security setempat. Penempatan personel ditempat hiburan malam sejatinya akan dilakukan sesuai kebutuhan dilapangan. 
 

“Jadi, tempat hiburan disarankan jam 1 dan jam 2 sudah selesai. Kami akan berkoordinasi dengan pemilik tempat hiburan malam untuk menjaga agar situasi tetap kondusif. Jangan seperti tadi malam ada tempat hiburan yang selesai jam 4 pagi, di wilayah Legian,” bebernya. 
 
Ditanya, hasil video conference dengan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Kombes Hadi mengatakan Kapolri meminta agar jajaran Polri berkoordinasi dengan pihak pemda dan ormas yang positif untuk bekerjasama. Selain itu, Polri juga harus bekerjasama dengan para pecalang untuk bersama-sama mengamankan. 
 
“Apabila ada orang yang dicurigai segera laporkan kepada kantor polisia terdekat,” terangnya. 
 
Ditanya sampai kapan pengamanan ini berlangsung, Kombes Hadi mengatakan pengamanan ini akan selesai hingga pencabutan dari Mabes polri. “Kami tetap siaga satu,” pungkasnya. (bbn/Spy/rob)


Selasa, 15 Mei 2018 | 08:35 WITA


TAGS: Bom Surabaya Polresta Denpasar Diperketat



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: