Rangkul Semua Elemen Masyarakat Bali

Hasil Survey KRB Mantra-Kerta Unggul 6,4%

Rabu, 13 Juni 2018 | 00:10 WITA

Hasil Survey KRB Mantra-Kerta Unggul 6,4%

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Denpasar. Pasangan calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) semakin mendapat tempat di hati masyarakat Bali. Komitmen yang kuat dan sudah terbukti mampu merangkul semua elemen masyarakat Bali, membuat paslon yang diusung Koalisasi Rakyat Bali (KRB) itu terus kebanjiran dukungan masyarakat lintas suku dan agama. Kondisi itu semakin membuat Mantra-Kerta tak tergoyahkan dengan kemenangan 6,4% dalam survey yang dilakukan KRB. 
 

Hal itu dikemukakan Penasehat Koalisi Rakyat Bali (KRB) Made Mudarta, Ketua KRB Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, Sekretaris DPD Partai Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry, dan Ketua DPD Partai Nasdem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa di Denpasar, Selasa (12/6/2018).
 
Para pentolan KRB melihat, ada indikasi, setelah gagal mendiskreditkan Mantra-Kerta isu money politics dan Bawaslu Bali memutuskan hal itu tidak terbukti, kini ada pihak yang menggiring beropini seolah-olah Mantra-Kerta tidak didukung oleh mayoritas umat Hindu. Celakanya, pihak yang beropini itu notabene lembaga pernah ditegur asosiasinya karena opininya meleset dari fakta di lapangan. 
 
“Masyarakat Bali jangan terkecoh,” ujar Mudarta seraya mengutip lagi hasil survey internal KRB dimana Mantra-Kerta menang 6,4%. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.200 orang yang dipilih dengan metode multistage random sampling dengan jumlah proporsional. Toleransi kesalahan (margin of error) survey diperkirakan plus-minus 2,9 % pada tingkat kepercayaan 95 %.
 
Mudarta menegaskan, Tim Kampanye dan Relawan Mantra-Kerta sama sekali tidak berpengaruh dengan opini yang muncul belakangan. Tim tetap fokus menjadikan temuan survei terbaru yang kredibel dan independen per 30 Mei 2018 sebagai pedoman memetakan dan konsolidasi pemenangan paslon Mantra-Kerta. 
 
“Fokus kami sekarang adalah menggarap pasar swing voter/pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 14,8 % yg tersebar merata di 9 kabupaten/kota seluruh Bali. Swing voter inilah yang akan menentukan kemenangan lebih besar lagi bagi paslon Mantra-Kerta,” ujar Mudarta yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Bali itu.
 
Sementara itu, Ketua KRB, AAB.Adhi Mahendra Putra meminta masyarakat Bali untuk waspada terhadap hasil survey yang dipublikasikan pihak tertentu. "Ada indikasi bahwa setelah gagal mendiskreditkan Mantra-Kerta dengan isu politik uang kepada desa pakraman di Bali, kini Mantra-Kerta dihembuskan hanya didukung oleh agama non-Hindu, dan dibenturkan dengan desa pakraman di Bali. Ini hati-hati. Masyarakat harus cerdas melihat hal ini," ujarnya. 
 
Padahal, sebaliknya Mantra-Kerta justru sangat konsisten membela adat dan budaya di Bali dengan komitmen memberikan bantuan Rp 500 juta per tahun. 
 
Sementara Sekretaris DPD Partai Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry menegaskan, bahwa survei itu seharusnya berbasis ilmiah, sampel yang kredibel. Bila tidak, maka hasilnya yang diperoleh akan sangat melukai secara politik. Ia meminta agar lembaga survey itu ditegur oleh asosiasinya, atau oleh pihak yang berwenang. 
 
"Bagaimana mungkin ada hasil survey yang memprovokasi, memecah belah umat Hindu dengan sesama umat beraga lainnya. Ini tidak masuk akal," ujarnya.
 

Menurut Sugawa, ini merupakan cara-cara yang tidak sehat dalam proses pendidikan politik masyarakat Bali yang sudah sangat kondusif. “Mantra-Kerta sangat yakin didukung oleh mayoritas masyarakat Bali yang notabene umat Hindu dan juga didukung kuat saudara-saudara kita komponen masyarakat lainnya seperti Muslim, Nasrani, Buddha, dan lain-lain,” ujarnya seraya menambahkan, dari sosialisasi di lapangan, elektibilitas Mantra-Kerta justru semakin meningkat dan trend-nya terus meningkat secara signifikan.
 
Ketua DPD Partai Nasdem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa meminta masyarakat Bali jangan sampai mudah percaya dengan hasil survey tersebut. "Ini tidak masuk akal, di Bali itu terbanyak agama Hindu. Bagaimana mungkin pemilih terbanyak dari agama non Hindu. Masyarakat Bali jangan sampai diadu domba dengan hasil survey tersebut," pintanya. 
 
Menurut Gunastawa, faktanya memang banyak pemilih yang beragam Islam, Kristen, Buddha, dan Khonghucu yang mengarahkan pilihannya kepada Mantra-Kerta. Ini membutktikan, bahwa Mantra-Kerta adalah figur yang yang humanis, mengayomi dan merangkul semua kalangan di Bali. “Namun bukan berarti Mantra-Kerta mendapatkan pemilih terbanyak dari warga non-Hindu di Bali,” tandas Gunastawa. (bbn/rls/rob)
 


Rabu, 13 Juni 2018 | 00:10 WITA


TAGS: Mantra-Kerta Pilgub Bali 2018



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: