Seksologi dr. Oka Negara, FIAS

Bagaimana Menebak Keperjakaan Laki-laki?

Minggu, 17 Juni 2018 | 08:05 WITA

Bagaimana Menebak Keperjakaan Laki-laki?

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Tanya: “Dok, apa benar katanya lutut kopong, pantat tepos, terus kelaminnya menghitam dan sperma encer itu tanda laki-laki yang masih perjaka? Soalnya kok sepertinya tidak adil kalau selama ini yang dipermasalahkan selalu yang cewek, Dok. Bisa dijelaskan ya, Dok?” (Rina, 20, Denpasar)
 
Jawab: Memang biasanya yang sering mendiskusikan tentang virginitas justru para laki-laki. Tapi belakangan rupanya perempuan juga tertarik untuk mencari tahu tentang keperjakaan pada laki-laki. Mungkin biar adil. Tetapi, hari gini mempertanyakan virginitas? Banyak yang bereaksi seperti itu ketika diajak diskusi tentang keperawanan. Tetapi ternyata masih banyak juga yang menanyakannya lagi. Dan selama ini yang dibahas justru sebagian besar adalah tentang mengetahui keperawanan pada perempuan dan bukan keperjakaan pada laki-laki.
 
Lalu apakah yang membahas tentang bagaimana membuktikan keperjakaan laki-laki sudah ada? Jawabannya, memang sudah ada. Tapi berhati-hatilah kepada mitos atau informasi yang tidak benar, karena terkadang memang menyesatkan. Sebagian besar malah berani menilai bahwa keperjakaan bisa dinilai dari segi perubahan bentuk fisik atau bentuk luar semata.
 
Beberapa pendapat yang beredar tentang keperjakaan adalah, seorang laki-laki disebutkan masih perjaka bila saat pertama kali berhubungan seksual ejakulasi atau pengeluaran cairan spermanya cepat terjadi pada awal penetrasi. Juga ada yang bilang seperti yang ditanyakan di atas, bahwa laki-laki yang sudah kehilangan keperjakaan maka lututnya akan kopong dan runcing, pantatnya menipis, rambutnya beruban dan kulit lebih keriput. Sebagian lagi dengan menebak bahwa laki-laki yang masih perjaka maka kepala penisnya akan berwarna kemerah-merahan sedangkan pada laki-laki sudah tidak perjaka akan berwarna gelap, kadang terdapat goresan-goresan karena gesekan. Lalu, pada laki-laki yang tidak perjaka juga disebutkan sangat mudah mengeluarkan cairan kelamin berwarna bening saat terangsang, yang bukan sperma.
 
Apa itu semua benar? Tentu saja itu semua keliru. Semuanya bisa dipastikan tidak benar. Tentang ejakulasi yang terlalu cepat terjadi saat pertama kali berhubungan seksual memang bisa terjadi, tetapi tidak menjamin itu terjadi pada hubungan seksual pertama kali. Bisa juga pada hubungan seksual yang kesekian kali hingga bertahun-tahun lamanya baru bisa terjadi. Atau sebaliknya, mereka yang baru pertama kali berhubungan seksual, hubungan seksual bisa terjadi lancar-lancar saja tanpa kejadian ejakulasi yang terlalu cepat. Demikian juga dengan perubahan fisik, pada laki-laki yang sudah berhubungan seksual tidak serta merta langsung terjadi perubahan. Setelah berhubungan seksual sama sekali tidak memunculkan perubahan apa-apa yang bisa dilihat. Tidak juga berubah cara berjalan. Tidak juga merubah bentut lutut dan bokong. Demikian juga uban dan kulit keriput itu terjadi karena proses menua, jadi bukan karena aktivitas seksual. Dan tidak ada yang berubah dengan bentuk, anatomi dan fisiologi dari kelamin. Jadi, jangan pernah mudah dan gampang termakan oleh mitos yang jelas tidak benar seperti ini.
 
Lalu bagaimana cara mengetahui laki-laki yang masih perjaka dan yang sudah tidak perjaka? Tidak ada jalan lain, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah hanya dengan ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan, walau ini juga sering kali tidak mudah, karena bagi banyak orang masalah keperjakaan atau keperawanan merupakan rahasia yang ingin disimpan baik-baik. "Laki-laki yang benar-benar mempunyai perasaan cinta yang tulus, tidak akan membohongi anda". Tetapi tentu harus siap dengan berbagai konsekuensi dari jawabannya dan apakah hal ini benar-benar penting untuk ditanyakan. Jadi, silakan berpikir bijak untuk permasalahan keperawanan dan keperjakaan ini, karena justru yang terbaik untuk hubungan Anda saat ini adalah komitmen dan tanggung jawab yang disepakati bersama.[bbn/dr oka negara/psk]


Minggu, 17 Juni 2018 | 08:05 WITA


TAGS: keperjakaan seksologi



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: