TWA Gunung Tunak, "Mutiara" Terpendam di Lombok Tengah

Sabtu, 21 Juli 2018 | 11:30 WITA

TWA Gunung Tunak, "Mutiara" Terpendam di Lombok Tengah

beritabalicom foto

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Lombok. Pariwisata di Pulau Lombok kini semakin berkembang. Seiring berkembangnya pariwisata di Lombok, banyak obyek wisata baru bermunculan. Salah satunya Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak di Lombok Tengah.
 
14 juli 2018, Beritabali.com bersama rombongan Media Gathering Pertamina MOR V, berkesempatan untuk berkunjung ke TWA Gunung Tunak. Obyek wisata ini berlokasi di Desa Merta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
 
Rombongan berangkat dari sebuah hotel di Kota Mataram sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat dengan menggunakan tiga buah minibus.
 
Pak Ong, Tour Leader rombongan ini mengatakan, perjalanan dari Kota Mataram menuju TWA Gunung Tunak memakan waktu sekitar 1,5 jam.
 
Mendekati obyek wisata TWA Gunung Tunak, mata dimanjakan dengan pemandangan pantai yang indah. Pantai di kawasan Lombok Tengah yang berpasir putih dengan latar perbukitan di sekitarnya.
 
 
Mendekati TWA Gunung Tunak, jalan yang tadinya mulus perlahan menyempit dan berlobang di beberapa titik lokasi. Terlihat perbaikan di beberapa ruas jalan. Bukit di pinggir jalan menuju TWA Gunung Tunak tampak dikeruk untuk proyek perbaikan dan perluasan jalan ini.
 
Akhirnya rombongan tiba di gerbang TWA Gunung Tunak. Penjaga loket karcis mempersilakan rombongan untuk melanjutkan perjalanan menuju lokasi penangkaran Rusa Timor di area tersebut. Jalan menuju lokasi masih belum diaspal dan berdebu. Selama perjalanan, mata "dimanjakan" dengan pemandangan semak-semak di kiri dan kanan jalan. Belum banyak sarana dan prasarana penunjang pariwisata di jalan masuk menuju kawasan TWA Gunung Tunak ini.
 
Setibanya di dalam kawasan TWA Gunung Tunak, kami disambut petugas Pengendali Ekosistem Hutan TWA Gunung Tunak, Lalu Gede Gangga Widarma, yang selanjutnya menjadi "guide" kami selama berada di kawasan konservasi dan wisata tersebut.
 
"TWA Gunung Tunak merupakan kawasan konservasi dan wisata seluas 1.217 hektar, di sini banyak tanaman obat, berbagai jenis kupu kupu di alam liar, dan juga ada penangkaran Rusa Timor," jelas Lalu. 
 
Kupu-kupu yang ada di TWA Gunung Tunak, kata Lalu, unik, karena ada di semua musim baik musim kering maupun hujan. Di sini juga terdapat jenis Kupu-Kupu Raja yang dilindungi. 
 
"Biasanya kupu-kupu suka hidup di tempat basah, tapi di tempat kering seperti di sini juga banyak kupu-kupu, ada puluhan jenis kupu-kupu, di segala musim ada kupu-kupu di sini," ujarnya.
 
Usai mendapat penjelasan awal tentang TWA Gunung Tunak, kami kemudian diajak melihat penangkaran Rusa Timor di tempat ini. Selain di tempat penangkaran, Rusa Timor juga berkeliaran di hutan sekitar kawasan TWA Gunung Tunak.
 
 
Penangkaran rusa di tempat ini sebagai upaya pelestarian dan edukasi. Terdapat 23 rusa, 3 rusa merupakan rusa yang diserahkan pihak Pertamina Ampenan. 
 
"Untuk makanan rusa, setiap rusa memerlukan 1-2 kilogram daun per hari. Nantinya rusa akan dilepas jika sudah bisa beradaptasi dengan alam,"jelas Lalu yang keturunan Bali Lombok atau Balok ini.
 
Lalu menambahkan, penangkaran rusa di tempat ini baru dimulai 2018. Jumlah Rusa Timor di wilayan Nusa Tenggara Barat kini tidak sampai 2.000 ekor. Penangkaran atau Sanctuary ini diharapkan akan dapat melestarikan keberadaan Rusa Timor yang merupakan maskot provinsi NTB ini.
 
 
"Penangkaran Rusa Timor juga untuk mencegah usaha perburuan ilegal. Rusa Timor semakin langka dan di habitat alami semakin berkurang. Rusa Timor kini hanya ada di TWA Gunung Tunak dan kawasan Gunung Rinjani. Rusa Timor bisa beranak saat sudah berusia dua tahun dan hanya melahirkan satu anak rusa,"jelasnya.
 
Banyak Potensi Wisata Terpendam
 
TWA Gunung Tunak ibarat "mutiara" terpedam yang perlu "digosok" lagi agar semakin bernilai. Di kawasan TWA Gunung Tunak ini juga terdapat  7 pantai yang indah dan bagus untuk spot fotografi. Ada Pantai Sari Goang yang dijuluki "Raja Empatnya" Lombok, ada Pantai "Jump Cliff" setinggi 13 meter untuk uji adrenalin, ada Pantai Teluk Ujung dengan pemandangan yang eksotis, dan pantai-pantai lainnya yang masih sangat alami. 
 
 
Kawasan Gunung Tunak juga merupakan kawasan yang disucikan. Di sini terdapat satu spot yakni Gunung Raden yang disakralkan, karena merupakan petilasan tempat berkumpulnya para wali di jaman dulu. 
 
Juga ada ritual adat Bau Nyale, ada tradisi "Betunak" yakni membawa kerbau ke area ini dan kemudian dilepas ke hutan, rawa, dan savana di area Gunung Tunak.
 
"Tunak artinya sesuatu yang disayang, sisa terakhir yang disayang. Merupakan kawasan hutan satu-satunya yang masih utuh di kawasan Lombok bagian Selatan,"kata Lalu.
 
TWA Gunung Tunak kini mulai ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Terdapat 3.000 pengunjung tahun lalu (2017). Dan sampai Juli 2018 sudah terdapat 3.400 kunjungan wisatawan. 
 
Untuk mempermudah kunjungan wisatawan, pemerintah akan mengaspal akses jalan masuk TWA Gunung Tunak.
 
"Akan dibangun jalan aspal sepanjang 2,2 kilometer menuju obyek wisata dan menjadikan tempat ini sebagai ekowisata untuk pemberdayaan masyarakat sekitar,"jelas Lalu. 
 
Tiket masuk ke tempat wisata ini Rp 5.000 (domestik) dan Rp. 100 ribu untuk wisatawan asing. Sementara di hari libur Rp. 7.500 (domestik) dan wisatawan asing Rp 150 ribu.[bbn/psk] 


Sabtu, 21 Juli 2018 | 11:30 WITA


TAGS: wisata gunung tunak lombok



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: