Upaya Rekonstruksi Kesenian Tradisional Harus Terus Dilakukan

Minggu, 22 Juli 2018 | 12:25 WITA

Upaya Rekonstruksi Kesenian Tradisional Harus Terus Dilakukan

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Upaya rekonstruksi untuk menghidupkan dan merevitalisasi kesenian tradisional yang terancam kepunahan harus terus dilakukan. Hal itu dikatakan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menutup Pesta Kesenian Bali (PKB)ke-40 Tahun 2018 yang ditandai dengan pencabutan “Kayonan Api” di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Denpasar, Sabtu (21/7) malam.
 

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, para pembina seni, para seniman dan seluruh komponen masyarakat Bali, untuk secara berkelanjutan menjadikan Pesta Kesenian Bali sebagai momen penting dalam upaya pembinaan, penggalian, pengembangan dan pelestarian kesenian dan kebudayaan Bali.
 
Sebelum membacakan sambutan, Gubernur Pastika melakukan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba selama Pesta Kesenian Bali yang ke-40 ini. Dalam sambutannya, Pastika mengucapkan selamat kepada para pemenang. 
 
“Prestasi ini sekaligus merupakan tanggung jawab untuk senantiasa berkualitas berkesenian, termasuk menjadi bekal untuk ngayah di masyarakat, mengingat kita di Bali, tidak dapat dilepaskan dari kewajiban untuk ngayah tersebut,” kata Pastika. 
 
Ia menambahkan hal ini sejalan dengan tiga fungsi utama kesenian, yakni sebagai persembahan kepada Ida Hyang Widi Wasa dengan segenap manifestasinya, sebagai proses pendakian spiritual dan sebagai pencipta keseimbangan hidup.
 
Pastika mengatakan, Pesta Kesenian Bali ke-40 Tahun 2018 yang mengusung tema “Teja Dharmaning Kauripan: Api Spirit Penciptaan” memiliki peranan penting bagi kita semua untuk dapat memaknai api dalam berbagai bentuknya, menjadikan inspirasi untuk mengkreasikan karya seni dengan tulus dan lascarya, demi keagungan seni budaya dan demi kesejahteraan masyarakat.
 
“Perkembangan dan perubahan dalam kehidupan dan kebudayaan yang ditandai dengan derasnya arus modernisasi, berdampak siginifikan terhadap eksistensi kesenian tradisional Bali,” lanjut Pastika. 
 

Pastika juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan penyelenggaraan Pesta Kesenian bali tahun ini, baik itu Bupati/Walikota se-Bali, panitia penyelenggara, seluruh peserta, partisipan luar daerah dan luar negeri, insan media massa dan seluruh masyarakat Bali. 
 
“Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh insan pers, para wartawan media cetak, media elektronik dan online, yang secara terus menerus memberitakan Pesta Kesenian Bali kepada seluruh masyarakat, bahkan sampai ke seluruh penjuru dunia,” ujarnya.
 
Acara penutupan PKB dimeriahkan dengan sendratari kolosal berjudul ‘Gugurnya Parikesit’ yang dipentaskan oleh SMKN 3 Sukawati, Gianyar. Lakon itu menceritakan tentang matinya Parikesit karena kesalahannya menghina seorang pertapa. (bbn/rlspemprov/rob)
 


Minggu, 22 Juli 2018 | 12:25 WITA


TAGS: Kesenian Bali Penutupan PKB ke-40 Rekonstruksi



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: