Seksologi dr. Oka Negara,FIAS

Kawin Sedarah, Seberapa Bahayanya?

Minggu, 29 Juli 2018 | 09:08 WITA

Kawin Sedarah, Seberapa Bahayanya?

beritabalicom/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Tanya: “Dok, kasihan temanku. Laki-laki yang dipacarinya selama ini ternyata kakak kandungnya sendiri. Mereka terpisah sekian lama rupanya karena kakaknya itu diadopsi oleh keluarga lain. Mereka baru tahu itu dan sudah kadung saling sayang dan malah sudah pernah berhubungan seksual. Kalau andainya mereka nekat juga, melawan aturan buat pergi bersama dan menikah, apa ada bahayanya dok?” (Monik,23 th)
 
Jawab: Ini disebut dengan “incest”. Hubungan romantisme sedarah, atau juga hubungan seksual yang terjadi pada pasangan yang memiliki hubungan keluarga atau saudara sedarah, sebenarnya, telah terjadi sejak jaman dahulu kala, namun sampai sekarang juga masih terjadi. Ada dilakukan dalam sebuah pernikahan ada juga yang sembunyi- sembunyi tanpa pernikahan, karena dianggap terlarang.
 
Berdasarkan ilmu kedokteran, jika dua orang yang membawa gen resesif saling bertemu untuk bereproduksi, maka anak-anaknya memiliki satu dari empat kesempatan untuk memiliki kelainan tersebut dan satu dari dua anak memiliki kesempatan menjadi pembawa sifat (carrier). Hal inilah yang membahayakan pernikahan sedarah atau memiliki hubungan kekeluargaan yang dekat, karena risiko penyakit atau kondisi genetik tertentu menjadi lebih besar. 
 
Pernikahan sedarah bisa meningkatkan secara drastis kemungkinan mendapatkan dua salinan gen yang merugikan, dibandingkan jika menikah dengan orang yang berasal dari luar keluarga. Hal ini disebabkan masing-masing orang membawa salinan gen yang buruk dan tidak ada gen normal yang dapat menggantikannya, sehingga pasti ada beberapa masalah yang nantinya bisa menyebabkan anak menderita kelainan genetik. 
 
Pernikahan sedarah memiliki kemungkinan 13 kali lebih besar dari pada populasi umum untuk memiliki keturunan yang mengalami kelainan genetik, meninggal pada saat baru lahir atau mengalami cacat yang serius. Kelainan genetik yang lebih umum terjadi pada pernikahan sedarah adalah gangguan resesif langka yang bisa menyebabkan berbagai macam masalah, seperti kebutaan, ketulian, penyakit kulit dan kondisi kelainan saraf. 
 
The Latin American Collaborative Study of Congenital Malformation menambahkan bahwa kelainan genetik yang juga sering ditemukan terjadi adalah hidrosefalus, bibir sumbing, polidaktili (jumlah jari kaki dan atau tangan yang lebih banyak dari normal) dan kelainan jantung.
 
Akhirnya memang, berbagai kerugian medis ini merupakan dasar untuk tidak menganjurkan pernikahan antara mereka yang memiliki hubungan darah.[bbn/dr.oka negara/psk]


Minggu, 29 Juli 2018 | 09:08 WITA


TAGS: seksologi oka negara beritabali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: