Crane yang Memasang Patung GWK Digunakan untuk Evakuasi Bangkai Truk LPG

Kamis, 02 Agustus 2018 | 00:30 WITA

Crane yang Memasang Patung GWK Digunakan untuk Evakuasi Bangkai Truk LPG

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Tabanan. Proses evakuasi Truk Pertamina yang mengangkut LPG dengan nomor polisi DK 9532 AZ  berlangsung dengan penuh kehati-hatian, Rabu ( 1/8). Evakuasi yang dimulai pukul 12.00 wita hingga pukul 17.00 masih berlangsung. Selain menggunakan dua alat berat, proses evakuasi juga menggunakan crane yang digunakan untuk memasang Patung GWK. 
 

Arus kendaraan di jalur Denpasar–Gilimanuk yang merupakan jalur utama padat merayap. Pihak kepolisian memberlakukan buka tutup. Kemacetan pun tidak bisa dihindari. Kemacetan sampai By Pas Ir Soekarno, dan dari arah barat sudah macet sampai Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan. 
 
Warga yang ingin melihat proses evakuasi dihalau pihak kepolisian. Bahkan penjagaan melibatkan polisi bersenjata laras panjang. Satu unit mobil pemadam kebakaran tampak siap siaga. Nampak dari proses evakuasi Crane sedang mengotak atik badan truk yang ada dibawah jembatan agar bisa dinaikkan. Mulanya pantat truk tidak kelihatan, sekarang sudah bisa ditarik ke arah utara namun belum bisa dinaikkan karena harus mencari celah.
 
Nyoman Karbinawa salah satu karyawan PT Sari Dharma Mandiri mengaku memang proses evakuasi sangat sulit. Disamping karena medan sulit, truk yang dievakuasi terlalu berat. Bahkan posisi crane juga tidak di atas jembatan karena medannya tidak memungkinkan. "Kalau posisi crane diatas jembatan kemungkinan agak mudah, tetapi ini disampingnya," jelasnya. 
 
Namun pihaknya berharap dan berusaha evakuasi akan dilakukan hari ini. Meskipun kondisi evakuasi sulit dan batas waktu evakuasi sekitar pukul 18.00 Wita. Jika dilakukan evakuasi sampai malam juga tidak memungkinkan. "Kami berusaha, mudah-mudahan lancar," ungkapnya sembari menjelaskan jika evakuasi juga dibantu oleh dua alat berat. 
 
Proses evakuasi truk LPG yang terjatuh ke dalam jurang Tukad Yeh Nu dengan dua korban jiwa tersebut, dipantau oleh  Kapolres Tabanan, AKBP I Made Sinar Subawa.  “Kami kerahkan seluruh personil dari Polsek Kerambitan, Shabara, Intel Polres Tabanan. Bahkan pengaman tidak dilakukan hari ini saja, mulai dari jatuhnya truk tersebut sudah dilakukan,” jelasnya. Sedangkan untuk kelancaran evakuasi pihaknya memberlakukan buka tutup arus lalulintas. 
 

Dikatakan, demi kemananan evakuasi, PT pertamina juga sudah membuat surat pernyataan jika evakuasi yang dilakukan aman karena gas elpiji yang ada truk sudah sedikit. "Pertamina sudah buat pernyataan jika evakuasi aman," tegasnya. 
 
Sementara itu warga yang melintas di lokasi, terpaksa harus mencari jalur alternatif untuk menghidari kemacetan. Dari arah barat yang menuju Denpasar, mencari jalur ke arah kerambitan. Yang bisa tembus di Daerah Sudimara, Kecamatan Tabanan. 
 
Jatuhnya truk LPG Pertamina ke jurang jembatan Tukad Yeh Nu, selain merenggut dua korban jiwa sopir dan kernet truk. Juga mengakibatkan korban luka bakar seorang pengepul barang bekas yang sedang mancing di sekitar lokasi.  Saat ini korban masih dirawat di RSUP Sanglah karena mengalami luka bakar 85,5 persen. (bbn/nod/rob) 


Kamis, 02 Agustus 2018 | 00:30 WITA


TAGS: Truk LPG Kecelakaan Tabanan Crane Pasang Patung GWK



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: