Seksologi dr. Oka Negara, FIAS

Jangan Sembarangan Pakai "Obat Kuat" untuk Hubungan Seks

Minggu, 12 Agustus 2018 | 07:45 WITA

Jangan Sembarangan Pakai "Obat Kuat" untuk Hubungan Seks

beritabalicom/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Tanya: “Dok, belakangan ini teman-teman saya sering menyarankan ke saya untuk minum "obat kuat" karena saya sering mengeluh lelah dan merasa ada gangguan seksual. Bisa dijelaskan Dok, yang mana harus saya pilih, karena saya ingin mencobanya?” (Gus,27)
 

Jawab: Ini menarik. Sering kali seseorang menggunakan “obat kuat” atau bahan tertentu untuk meningkatkan potensi seksualnya sebenarnya karena ingin tahu dan coba-coba semata. Biasanya atas rekomendasi teman dan relasi. Sebagian benar-benar melanjutkannya karena merasakan manfaatnya, sebagian lagi menghentikannya karena ada efek samping atau tidak merasakan efeknya. Uniknya, sebagian masih mengaku menggunakannya dan menyebutkan ke teman-teman yang merekomendasikannya bahwa dia masih menggunakan obat kuat padahal sesungguhnya sudah tidak digunakan lagi. Bisa jadi karena rasa malu, tidak enak hati, atau demi gengsi solidaritas semata.
 
Apakah Anda benar-benar memerlukannya? Bisa jadi iya, bisa juga tidak. Jika hanya sering lelah, sesungguhnya yang dibutuhkan adalah ambil cuti buat rileks, plus minum vitamin. Itu sudah cukup. Atau suka jamu penambah tenaga dan segar bugar yang diracik langsung dari bahan yang diyakini berbahan alami bikinan sendiri atau bikinan mbok jamu gendong? Silakan itu bisa dinikmati. 
 
Istirahat juga bagus untuk membuat lebih tenang, karena jangan-jangan penyebab gangguan seksualnya justru karena sedang stres berlebihan. Tetapi jika rupanya Anda mengalami gangguan seksual dengan ada riwayat kencing manis, kolesterol tinggi, merokok dan sering minum alkohol, sudah bisa dipastikan Anda justru butuh bantuan dokter yang paham kesehatan seksual untuk diberikan obat. Jadi, jangan sembarang meminum obat kuat buat mendongkrak stamina seksual.
 
Juga perlu ditahui, jangan-jangan itu semua adalah “efek plasebo”. Ketidakpercayaan diri membuat seseorang tergantung pada orang lain dan bahan tertentu. Mereka yang tergantung dengan pil tidur menjadi benar-benar susah tidur jika tidak meminumnya. Padahal tidak ada masalah. Seorang pasien sering kali merasa sakitnya sudah sembuh dengan hanya baru bertemu muka dengan dokter kepercayaannya. 
 
Begitu pula jika Anda diyakini jika dengan meminum “jamu herbal kuat perkasa”, maka dorongan seksual akan meningkat dan sanggup memuaskan pasangan berkali-kali lipat. Padahal sesungguhnya Anda tidak membutuhkannya, tetapi Anda merasakan manfaatnya. Nah, pada kasus ini, sugesti yang berjalan. Ini namanya efek plasebo. Ini akan serupa dengan kejadian serupa lainnya misalnya sahabat Anda merekomendasikan kepada Anda untuk mencoba mengkonsumsi darah kobra, daging ular, tangkur buaya buat meningkatkan performa seksual Anda. 
 
Tetapi ketika yang ditawarkan adalah pil, kapsul atau suntikan yang disebutkan berbahan herbal, sebaiknya pikirkan baik-baik, karena saat ini makin banyak herbal oplosan, disebutkan herbal tetapi kenyataannya dicampurkan dengan bahan obat kimia tanpa dosis yang jelas. Dan ini bisa sangat berbahaya. 
 
Bisa dibayangkan jika kapsul herbal yang disebutkan bisa menambah gairah seksual, memperpanjang durasi ereksi dan menunda ejakulasi, ternyata dicampur dengan kandungan obat, misalnya sildenafil sitrat, seorang penderita jantung yang meminum kapsul ini bisa meninggal payah jantung saat hubungan seksual. Ini sudah sering terjadi.
 
Lalu, bagaimana jika seandainya Anda benar-benar mengalami gangguan seksual? Kenapa Anda tidak memastikannya ke dokter? Jangan-jangan Anda mengalami salah satu dari jenis disfungsi seksual berikut: dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi, ejakulasi dini atau disfungsi orgasme. 
 

Kalau sudah terjadi salah satunya, obat kuat yang dibeli di jalanan jenis apapun tidak akan menolong. Kalaupun masih ingin mencobanya, tentu saja diskusikan dulu bahan atau obat yang Anda akan konsumsi dengan seijin dokter. Yang mengandung tribulus, ginseng, macca, ginkgo, hingga purwaceng masih tidak masalah buat dikonsumsi. Tetapi bahan yang mencurigakan karena kemungkinan dioplos dengan bahan kimia obat, sebaiknya tidak dikonsumsi. 
 
Dan terakhir, apapun yang kemudian diputuskan untuk digunakan, haruslah tetap dibicarakan dan sepengetahuan pasangan Anda. Dan sebagai tambahan pekerjaan rumah buat pasangan yang merasa sudah mulai kehilangan kenyamanan dan gairah berhubungan seksual, kenapa tidak mencoba membina komunikasi seksual dengan lebih baik, membahas masalah seksual Anda dan pasangan bersama dan mencoba melakukan variasi seksual, mulai dari membuat suasana lebih menggairahkan hingga variasi tempat dan posisi hubungan seksual. Sebelum berpikir menggunakan obat kuat sembarangan.[bbn/dr oka negara/psk]


Minggu, 12 Agustus 2018 | 07:45 WITA


TAGS: seksologi oka negara beritabali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: