Pascagempa, Paket Wisata Delegasi IMF-World Bank di Lombok Tetap Terjadwal

Jumat, 24 Agustus 2018 | 11:10 WITA

Pascagempa, Paket Wisata Delegasi IMF-World Bank di Lombok Tetap Terjadwal

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Denpasar. Jelang IMF-World pada Oktober 2018 mendatang paket wisata yang ditawarkan kepada tamu delegasi  Bank dari 60 paket wisata di Bali dan Lombok akan tetap terjadwal seiring dengan pemulihan (recovery) pascagempa yang melanda Lombok beberapa akhir ini. 
 

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan dari total 60 paket yang ditawarkan sebanyak 33 paket berada di Bali sedangkan di Lombok terdapat 4 atau 5 paket ditambah di Labuan Bajo 7 paket.
 
"Untuk recovery di Lombok tentu akan kami percepat terutama pada bangunan-bangunan yang tidak bertingkat. Rencananya akan mulai dilakukan pada 1 September 2018 mendatang sehingga tidak akan mempengaruhi pelaksanaan IMF-World Bank nanti," ujarnya, Kamis (23/8) di Sanur, Denpasar.
 
Terkait kerugian kunjungan wisatawan sebagai dampak gempa, Arief memproyeksikan terdapat potensi kehilangan sekitar 100 ribu kunjungan wisman. Ia memprediksi masa pemulihan yang diprakirakan dalam jangka waktu enam bulan kedepan diharapkan akan segera terselelsaikan agar pariwisata di Lombok kembali normal.
 

"Jika diukur secara kuantitas kita juga telah sempat kehilangan 1 juta tahun lalu (2017) yang disebabkan erupsi Gunung Agung selama 6 bulan. Jika dibandingkan skala Lombok dan Bali yaitu antara 1 berbanding 6 misalnya, di Lombok 1 juta di Bali bisa mencapai 6 juta," jelasnya.
 
Sementara itu, ia mencatat kunjungan wisman yang datang ke Lombok melalui udara sebanyak 4.500 orang per hari. Sedangkan, jika dilihat  normal total jumlah wisman ke Lombok ada sebanyak, 5.000 orang wisman perhari. Selain  melalui udara, wisman juga ada yang menggunakan kapal ferry, tetapi jumlahnya belum dapat dihitung dengan pasti. (bbn/aga/rob)


Jumat, 24 Agustus 2018 | 11:10 WITA


TAGS: Menpar Arief Yahya Pariwisata Lombok Pascagempa IMF-World Bank



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: