Deklarasi Perang Melawan Narkoba dan Premanisme

Kapolda Bali: Berani Ancam dan Berulah, Saya Tunggu di Polda

Minggu, 02 September 2018 | 09:42 WITA

Kapolda Bali: Berani Ancam dan Berulah, Saya Tunggu di Polda

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Denpasar. Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menantang, barang siapa saja yang berani mengancam, mengganggu ketentraman rakyat Bali, rakyat jelata termasuk institusi pemerintah, maka akan segera ditangkap.
 

"Berani ancam mengancam, berani berulah, ditunggu Petrus Golose di Supratman (Polda Bali), jangan main-main," tegas Kapolda yang langsung disambut riuh tepuk tangan dari ribuan masyarakat yang hadir dalam deklarasi perang melawan narkoba dan premanisme, di lapangan Renon Denpasar, Sabtu (1/9) sore. 
 
Dalam orasinya, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menyebutkan, selama ini masyarakat Bali sudah sangat gerah dengan aksi kelompok premanisme mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas) di Bali. Sebagai pimpinan nomor satu di Polda Bali, pihaknya sudah mengambil tegas terhadap kelompok-kelompok preman tersebut. Bahkan tindakan tegas itu sudah dilakukan sejak 18 bulan menjabat sebagai Kapolda Bali.
 
"Selama 18 bulan menjabat, saya sebagai Kapolda Bali akan terus mengambil langkah tegas bahkan terukur untuk melakukan penindakan," akui Jenderal bintang dua di pundak itu. 
 
Jenderal asal Manado Sulawesi Utara itu berterus terang, setelah ditunjuk menjabat Kapolda Bali, ia sudah melakukan survey di lapangan dan menemukan banyak persoalan di Bali, khususnya narkoba dan premanisme berkedok ormas. 
 
"Bali dijadikan jalur keluar-masuknya narkotika, dimana masyarakat yang menjadi korbannya. Baik korban sebagai pecandu (penyalahguna) melainkan menjadi kurir atau bahkan bandar narkotika. Ini harus diperangi bersama, jangan dibiarkan makin parah. Segala lini, banjar, desa dan lainnya harus bersatu," ajaknya. 
 
Untuk itu, Irjen Golose mengimbau pada para prajuru banjar dan desa adat di Bali turut menjaga lingkungan dan warganya dari dua bidang kriminalitas tersebut. 
 
"Jangan hanya hukum positif, saya mengajak, mengimbau Banjar dan Desa Adat untuk memberikan sanksi misalnya disepekang (dikucilkan) terhadap pelaku narkotika dan premanisme,"imbaunya.
 
Irjen Golose juga sempat menyinggung bahwa baru-baru ini dirinya "mengasingkan", "mengandangkan" seorang pentolan ormas yang mencoba berlaku premanisme terhadap institusi pemerintah yang berdalih. 
 
"Jangan coba-coba, itu pengecut. Sekarang mungkin sudah sakaw di sana (dalam sel)," kata Petrus yang dibarengi sorakan dari para peserta.
 
Lantas bagaimana jika pindah tugas? Ditanyakan demikian, Petrus kembali memberikan jaminan pada masyarakat Bali. "Pertanyaan dan kekhawatiran yang sama sempat muncul dari masyarakat jika saya pindah bertugas dari Bali. Saya yakinkan saya jamin peperangan terhadap narkotika dan premanisme masih sama. Jangan takut," jaminnya.
 
Dalam data kasus narkotika yang terjadi dalam dua tahun terakhir cukup memprihatinkan. Tahun 2017 terdapat 827 kasus narkotika dan diantaranya  588 tersangka warga asli Bali. Sedangkan Januari hingga Agustus tahun 2018 ini, tercatat sudah ada 679 kasus yang terungkap. Dari jumlah tersebut, 262 pelaku dari luar Bali, 15 orang asing dan 503 orang asli Bali. 
 

"Artinya ada 75 persen warga Bali yang menjadi tanda kutip korban keganasan narkotika. Dari coba-coba memakai, jadi kurir lama-lama jadi bandar," sebut Kapolda.
 
Ia pun mengingatkan anggotanya jangan sampai ikut terlibat jaringan narkotika, maka siap dipecat. "Apalagi kalau ada anggota saya yang ikut terlibat, akan saya pecat," ancam Kapolda. 
 
Sementara itu deklarasi yang dihadiri perwakilan Bupati dan walikota se-Bali, hadir pula Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama, ditandai penyerahan cenderamata dan  penandatanganan kesepakatan bersama. (bbn/Spy/rob)


Minggu, 02 September 2018 | 09:42 WITA


TAGS: Deklarasi Perang Narkoba Premanisme Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: