Ritual Pertanian Masyarakat Bali (7)

Memperingati Usia Satu Bulan Tanaman Padi Dengan Dedinan Kapertama

Minggu, 07 Oktober 2018 | 06:20 WITA

Memperingati Usia Satu Bulan Tanaman Padi Dengan Dedinan Kapertama

Muliarta

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Petani di Bali benar-benar memperlakukan tanaman padi ibarat manusia. Buktinya pada saat tanaman padi berumur 35 hari dibuatkan sebuah ritual yang dinamakan dedinan kapertama atau dedinan pertama.

Peneliti dari Universitas Airlangga Ni Wayan Sartini dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Makna simbolik bahasa ritual pertanian  masyarakat Bali” yang dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Bali Volume 07, Nomor 02, tahun 2017 menuliskan bahwa sama halnya dengan ritual manusia, pada usia satu bulan Bali yaitu 35 hari juga dilakukan ritual dedinan pertama. Ketika tanaman padi berusia 35 hari sarana ritualnya semakin kompleks antara lain nanceb sanggah catu, sesajen ketipat dampulan, asem panca pala, kalungah maksturi, bjayang muah ketipat sari,mesawen kayu sugih, kayu gegirang.

Memberi persembahan kepada Rare Angon yaitu nasi takilan, ulam bawang, sambel telengis,tipat lepet, maulam sudang taluh dan tak berem. Ritual juga disertai juga dengan pecut lidi 3 batang, berisi uang kepeng bolong, bertalikan benang anyar.

Sarana dan proses ritual ini sesuai dengan usia tanaman padi yang sudah mulai remaja sehingga perlu dilakukan ritual agar tanaman padi tidak rusak dan dapat menghasilkan panen yang berlimpah. Secara umum makna simbolik tersebut adalah karena setiap tahapan ritual pasti memiliki tujuan yang baik yaitu persembahan kepada Tuhan dan mohon anugerah agar tanaman padi dapat berhasil panen yang baik dan melimpah. [bbn/Jurnal Kajian Bali/mul]


Minggu, 07 Oktober 2018 | 06:20 WITA


TAGS: Dedinan Kapertama Usia Tanaman Padi



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: